5 Tips Agus Ridwan Sopari Untuk Memulai Personal Branding. Beberapa tahun lalu, personal branding sesuatu yang asing bagi saya pada awalnya.

Bagaimana bisa sebuah nama pribadi menjadi merek yang berharga seperti halnya merek perusahaan? Personal branding bicara tentang seperti apa Anda bisa menunjukkan skill, bakat dan kemampuan Anda agar berdaya jual.

Merek pribadi disebut sebagai personal branding, sebuah cara memposisikan diri sendiri sebagai apa atau siapa. Laura Lake menyebutkan, dengan personal branding Anda akan membangun diri Anda sebagai seorang ahli di bidang yang Anda pilih, membangun reputasi yang solid dalam industri Anda dan meningkatkan ketenaran Anda serta meningkatkan nilai Anda yang dirasakan pasar.

Personal branding adalah proses dimana orang dan karirnya ditandai sebagai merek. Selanjutnya didefinisikan sebagai penciptaan aset yang berhubungan dengan orang tertentu atau individu; ini termasuk namun tidak terbatas pada, pakaian, penampilan tubuh, dan pengetahuan yang terkandung dalam diri seseorang, yang menyebabkan kesan unik yang tak terhapuskan dan bisa dibedakan. Istilah Personal Branding dianggap telah terlebih dahulu digunakan dan dibahas dalam artikel tahun 1997 oleh Tom Peters dengan judul “The Brand Called You”.

Ada 5 tips dari Kang Aridh untuk memulai menciptakan personal branding Anda, agar nama Anda tersimpan dibenak hati dan pikiran orang di sekitar Anda. Sehingga merek (diri) Anda dicari oleh klien bisnis atau direkrut oleh perusahaan yang Anda idamkan.

1. Membentuk identitas merek pribadi

Setelah Anda melakukannya bahwa pesan yang berfokus pada siapa diri Anda dan apa yang Anda perjuangkan dalam memilih bidang Anda. Sebetulnya, lebih mudah untuk menjual dari yang Anda yakini tentang gambaran diri Anda yang telah dibuat. Maka Jika Anda percaya pada bakat, keterampilan dan kemampuan sendiri, Anda hanya perlu ke pasar khas Anda. Bagaimana Anda memasarkan diri Anda sendiri? Itu mudah. Anda harus menjadi: Sebuah pro dalam industri Anda, seorang ahli di bidang Anda.

 

2. Memereki diri dengan berasosiasi

Bila tidak ada yang tahu siapa Anda, Anda bisa membangun merek Anda dengan mengaitkan dengan nama merek yang sudah ada. Misalnya, Anda bisa bermitra dengan seorang penulis terkenal di bidang Anda dan bekerja pada sebuah proyek bersama. Dengan melakukan ini, Anda akan mendapatkan audiens yang lebih besar dan lebih kredibilitas.

3. Beri tagline untuk nama Anda

Menurut saya, penggunaan personal branding sudah dikenal sejak Pra Islam di tanah Arab. Dengan istilah yang berbeda, tetapi beberapa orang yang terkenal mempunyai julukan atau tanda pengenal (tag). Seperti Al-Amin, sang terpercaya untuk Muhammad SAW. Lalu di sekitar kita, ustadz sedekah siapa? Tidak salah jika Anda langsung menjawab Yusuf Mansur. Jadi ciptakan tagline untuk Anda sendiri yang menunjukkan siapa Anda, keahlian Anda, atau ciri khas lain yang menjadikan orang lain memahami seperti apa diri Anda.

Untuk itu, meski nama lengkap saya Agus Ridwan Sopari, saya tetap memakai nama akrab untuk bisnis @aridwansopari dengan tagline “Agus Ridwan Idea Development Helper” atau Ideapreneur.

4. Kelilingi diri Anda dengan orang yang tepat

Jim Rohn mengatakan bahwa “you’re the average of the five people you spend the most time with.” Artinya berteman dengan sesiapa menjadikan Anda sebagai sesuatu, yaitu yang persis seperti kelima teman Anda yang sering menghabiskan waktu bersama Anda. Dengan bertemu orang-orang dengan ambisi yang sama dan gairah, Anda akan menjadi lebih termotivasi dalam pekerjaan yang Anda lakukan.

5. Promosikan merek Anda

Salah satu cara yang mudah, murah dan familiar adalah dengan menggunakan jejaring sosial. Ungkapkan diri Anda disana, buat diri Anda unik dari teman-teman yang lain. Jika membuat tulisan, catatan dan juga posting blog lakukan hal yang berbeda dengan kebanyakan orang, jangan sekadar menyalin. Kreatifitas menjadi hal yang harus diupayakan dalam mempromosikan merek Anda.

 

Setelah mengikuti tips di atas sebagian orang mulai melihat nama Anda dan menjadi sadar akan manfaat dan pengetahuan yang Anda tawarkan. Sebelum Anda tahu itu, ribuan orang tidak akan hanya tahu siapa Anda tetapi mereka juga akan mulai mencari layanan dan keahlian Anda. Mereka akan mengidentifikasi dengan merek Anda sebagai ANDA.