<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>AgusRidwanSopari.com [ ARIDH Ekselenizer ]</title>
	<atom:link href="http://agusridwansopari.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusridwansopari.com</link>
	<description>Desainer &#124; Learner &#124; Organizer &#124; Entrepreneur &#124; Visionary</description>
	<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 21:10:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Problem Solving Guidelines</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2010/03/problem-solving-guidelines/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2010/03/problem-solving-guidelines/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 19:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<category><![CDATA[Problem Solving]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[
Much of what managers and supervisors do is solve problems and make decisions. New managers and supervisors, in particular, often solve problems and decisions by reacting to them. They are &#8220;under the gun&#8221;, stressed and very short for time. Consequently, when they encounter a new problem or decision they must make, they react with a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-375" title="thetroopd" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2010/03/thetroopd.jpg" alt="thetroopd" width="520" height="300" /></p>
<p>Much of what managers and supervisors do is solve problems and make decisions. New managers and supervisors, in particular, often solve problems and decisions by reacting to them. They are &#8220;under the gun&#8221;, stressed and very short for time. Consequently, when they encounter a new problem or decision they must make, they react with a decision that seemed to work before. It&#8217;s easy with this approach to get stuck in a circle of solving the same problem over and over again. Therefore, as a new manager or supervisor, get used to an organized approach to problem solving and decision making. Not all problems can be solved and decisions made by the following, rather rational approach. However, the following basic guidelines will get you started. Don&#8217;t be intimidated by the length of the list of guidelines. After you&#8217;ve practiced them a few times, they&#8217;ll become second nature to you &#8212; enough that you can deepen and enrich them to suit your own needs and nature.</p>
<p>Note that it might be more your nature to view a &#8220;problem&#8221; as an &#8220;opportunity&#8221;. Therefore, you might substitute &#8220;opportunity&#8221; for &#8220;problem&#8221; in the <a href="http://www.managementhelp.org/mgmnt/prsnlmnt.htm#anchor227589" target="_self">following guidelines</a>.</p>
<h3><span style="font-size: small;"><span style="font-weight: normal;"><span style="font-size: medium;"><span><strong><br />
</strong></span></span></span></span></h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2010/03/problem-solving-guidelines/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Garuda dan Penyalahgunaan Logo</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2010/01/garuda-dan-penyalahgunaan-logo/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2010/01/garuda-dan-penyalahgunaan-logo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 08:38:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Communication]]></category>

		<category><![CDATA[Graphic]]></category>

		<category><![CDATA[armani exchage]]></category>

		<category><![CDATA[brand]]></category>

		<category><![CDATA[elang]]></category>

		<category><![CDATA[entitas]]></category>

		<category><![CDATA[garuda]]></category>

		<category><![CDATA[garuda di dadaku]]></category>

		<category><![CDATA[garuda pancasila]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[kaos garuda]]></category>

		<category><![CDATA[logo]]></category>

		<category><![CDATA[logo garuda]]></category>

		<category><![CDATA[pancasila]]></category>

		<category><![CDATA[penyalahgunaan logo]]></category>

		<category><![CDATA[penyalanggunaan simbol]]></category>

		<category><![CDATA[RCTI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[
Sejumlah forum di Indonesia ramai membicarakan kaos bergambar burung Garuda, simbol negara Indonesia. Armani Exchange merupakan salah satu lini produk perancang Italia, Giorgio Armani&#8211;didirikan pada 1991 di Amerika Serikat dengan pangsa pasar kaum muda&#8211;yang memicu kontroversi tersebut,  mereka sendiri menyatakan bahwa gambar burung Garuda yang melekat pada kaos itu adalah burung Elang versi militer.
Sisi Kemiripan
Kemiripan elang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-380" title="symbolization_oke" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2010/01/symbolization_oke.jpg" alt="symbolization_oke" width="520" height="300" /></p>
<p>Sejumlah forum di Indonesia ramai membicarakan kaos bergambar burung Garuda, simbol negara Indonesia. Armani Exchange merupakan salah satu lini produk perancang Italia, Giorgio Armani&#8211;didirikan pada 1991 di Amerika Serikat dengan pangsa pasar kaum muda&#8211;yang memicu kontroversi tersebut,  mereka sendiri menyatakan bahwa gambar burung Garuda yang melekat pada kaos itu adalah burung Elang versi militer.</p>
<p><strong>Sisi Kemiripan</strong></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Kemiripan elang militer-nya Armani dengan Garuda bukan hanya di segi bentuk, namun juga detailnya. Dua burung itu sama-sama memiliki 17 bulu di sayap, delapan bulu ekor, dan total 45 bulu di badan.</span></p>
<p>Selain bulu, perisai di dada elang Armani juga mengingatkan pada perisai yang ada di Burung Garuda. Gambar kepala banteng dan pohon beringin tidak ada pada model kaos milik Armani berganti menjadi huruf X dan A.</p>
<p>Sementara gambar padi dan kapas yang melekat pada model kaos masih terlihat samar-samar. Gambar bintang segi lima dipertahankan Armani. Lambang elang pada bagian depan kaos, juga menghadap ke arah yang sama seperti simbol resmi negara Indonesia. Namun elang di bagian belakang kaos, menghadap posisi sebaliknya.</p>
<p><strong>Penyalahgunaan Logo</strong></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Ada yang menganggap wajar, ada yang menentang keras, ada yang berbangga hati dengan pemuatan simbol Garuda di kaos Armani. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam pemodifikasian simbol negara Indonesia yang dimuat secara abstrak di kaos tersebut? Entahlah. </span></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Kini, kaos bergambar mirip Garuda Pancasila itu telah hilang dari laman resmi Armani Exchange, pada Selasa, 26 Januari 2010, pagi. Belum diketahui apakah pihak Armani Exchange menarik desain tersebut.</span></p>
<p>Jika diperhatikan logo stasiun televisi nasional, RCTI, hampir tidak pernah berubah secara total bentuknya. Beberapa sentuhan menjadikan logo RCTI sekarang lebih segar dan futuristik tampilannya. Atau Nike dan Coca Cola yang sejak awal tidak pernah berubah karakternya.</p>
<p><span id="more-346"></span></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Di sisi lain, Google setiap moment-moment tertentu selalu menampilkan logonya sesuai dengan situasinya. Misalnya pada saat Holiday, peringatan hari-hari tertentu dan hasilnya walaupun ada perubahan tapi inilah Google. Dan pasti bisa di tebak, oh, misalnya si Google sedang memperingati hari dimana Hukum Gravitasi ditemukan oleh Sir Isaac Newton. Inilah komunikasi yang sedang disampaikan melalui visual logonya Google.</span></p>
<p><span style="font-weight: normal;"><span style="font-weight: normal;">Dimana letak penyalanggunaan logo? Bisa jadi seorang pemulung sampah memakai kaos salah satu partai politik, tetapi dia bukan pemilihnya. Bisa jadi tukang bakso memakai kaos berlogo merek hand phone, tetapi dia tidak punya hand phone. Bahkan, bisa jadi warung sate -dalam hal ini tidak berkepentingan-memakai spanduk produk susu balita. Segi positifnya inilah yang disebut dengan promosi tak disengaja.</span></span></p>
<p><span style="font-weight: normal;"><span style="font-weight: normal;">Tetapi terlepas baik atau buruk, pantas atau tidak pantas tentang penyalanggunaan logo, simbol, emblem, maskot, brand, dan sejenisnya &#8230; ia merupakan sebuah entitas, lebih jauh lagi ia merupakan alat komunikasi visual. Sedangkan sifat komunikasi adalah dinamis,  sedinamis penerima pesan komunikasi.</span></span></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Nah, efektifitas dan efisiensi komunikasi tergantung maksud dan tujuan seseorang perancang grafis mengkomunikasikan citra entitasnya secara visual. Melalui media-media pilihan yang beragam bentuk dan fungsinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Saya jadi teringat corak bendera Union Jack-nya Inggris atau Stars &amp; Stripes-nya Amerika yang dimuat pada media pakaian dalam / bikini yang ditampilkan melaui klip-klip musik mereka, apa ini juga penyalahgunaan atribut negara?</span></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Mungkin di sini adalah segi permasalahan yakni terdapat pada otoritas si modifikator itu sendiri, apakah dia orang internal atau pihak berwenang yang dapat mempublikasikan perubahan entitas tersebut; atau apa benar-benar orang lain?</span></p>
<p><span style="font-weight: normal;"><strong>Sejatinya sebuah entitas itu harus kuat!!</strong></span><span style="font-weight: normal;"> Diutak-atik pun bentuknya, tidak akan lari persepsi orang dan tetap setia kepada identitas yang utama, bahwa itu adalah entitasnya. Dan memperdulikan perolehan manfaat yang luas dari kekuatan visual entitas tersebut seperi Google dan Nike. </span></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Tapi jika berkaitan dengan simbol negara? &#8230;. Pemerintah lebih bijaksana untuk menyikapinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Salam Ekselenizer ! </span></p>
<p><span style="font-weight: normal;">Agus Ridwan Sopari, referensi berita dari <a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/124295-kaos_garuda_hilang_dari_laman_armani_exchange" target="_blank">Viva News</a>.</span></p>
<p><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2010/01/garuda-dan-penyalahgunaan-logo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Caraku Menjadi Profesional</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2009/12/caraku-menjadi-profesional/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2009/12/caraku-menjadi-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 12:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<category><![CDATA[Self Improvement]]></category>

		<category><![CDATA[berbicara]]></category>

		<category><![CDATA[berbuat]]></category>

		<category><![CDATA[berfikir]]></category>

		<category><![CDATA[jenderal]]></category>

		<category><![CDATA[melihat]]></category>

		<category><![CDATA[profesional]]></category>

		<category><![CDATA[Richard Denny]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam Perang Dunia Kedua, ada seorang prajurit yang ketika dipromosikan pangkatnya menjadi seorang Jenderal, merasa dirinya yang paling muda mendapatkan promosi kenaikan pangkat yang begitu tinggi. Maka wajarlah bila ia merasa sangat bangga dan sangat terhormat, namun bersamaan dengan itu ia juga merasa sangat khawatir.
Ia menyatakan rasa khawatirnya itu kepada istrinya, yaitu apakah ia mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-383" title="2-lt-general-sir-john-kis_img" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/12/2-lt-general-sir-john-kis_img.jpg" alt="2-lt-general-sir-john-kis_img" width="520" height="300" /></p>
<p>Dalam Perang Dunia Kedua, ada seorang prajurit yang ketika dipromosikan pangkatnya menjadi seorang Jenderal, merasa dirinya yang paling muda mendapatkan promosi kenaikan pangkat yang begitu tinggi. Maka wajarlah bila ia merasa sangat bangga dan sangat terhormat, namun bersamaan dengan itu ia juga merasa sangat khawatir.<br />
Ia menyatakan rasa khawatirnya itu kepada istrinya, yaitu apakah ia mampu melaksanakan tugas berat itu dan apakah nanti ia akan dihormati baik oleh rekan setingkat maupun bawahannya. Kemudian sang istri memberikan jawaban yang sangat ekstrim terdengarnya.<br />
<em> &#8220;Berfikirlah seperti seorang jenderal. Berbicaralah seperti seorang jenderal, berbuatlah seperti seorang jenderal &#8230; dan engkau akan menjadi seorang jenderal.&#8221;</em><br />
Memang, tidak ada nasehat lain yang lebih baik bagi seiap orang yang ingin dikenal sebagai profesional sejati.<br />
Begitulah sebuah saran dari <strong>Richard Denny </strong>seorang inspirational business speaker.<br />
Selanjutnya ayo berfikir, berbicara, melihat dan berbuat seperti seseorang yang Anda inginkan dan Anda akan menjadi salah seorang diantaranya.<br />
Salam Ekselenizer dari Agus Ridwan Sopari, untuk anda yang <em>excellent!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2009/12/caraku-menjadi-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Antara Boss dan Pemimpin</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2009/12/perbedaan-antara-boss-dan-pemimpin/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2009/12/perbedaan-antara-boss-dan-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 01:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leardeship]]></category>

		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<category><![CDATA[boss]]></category>

		<category><![CDATA[department store]]></category>

		<category><![CDATA[Gordon  Selfridge]]></category>

		<category><![CDATA[kesuksesa]]></category>

		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak bertingkah laku sebagai pemimpin melainkan bersikap sebagai boss.
Harry Gordon  Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang &#8216;pemimpin&#8217; dan bukan dengan menjadi &#8216;Boss&#8217;. Apakah  perbedaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><img class="alignleft size-full wp-image-326" title="Gordon Selfridge" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/12/hu023863.jpg" alt="Gordon Selfridge" width="286" height="384" />Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak bertingkah laku sebagai pemimpin melainkan bersikap sebagai boss.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Harry_Gordon_Selfridge" target="_blank">Harry Gordon  Selfridge</a> adalah pendiri salah satu department store (pusat perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi<span> </span>seorang &#8216;pemimpin&#8217; dan bukan dengan menjadi &#8216;Boss&#8217;. Apakah <span> </span>perbedaan antara pemimpin dengan boss?</p>
<p class="MsoNormal">Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Harry Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<ul>
<li>Seorang boss mempekerjakan bawahannya; <span> </span>Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka.</li>
<li>Seorang boss mengandalkan kekuasaannya; <span> </span>Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.</li>
<li>Seorang boss menimbulkan ketakutan; Tetapi seorang pemimpin memancarkan antusiasme.</li>
<li>Seorang boss mengatakan &#8216;aku&#8217;; Tetapi seorang pemimpin mengatakan &#8216;kita&#8217;.</li>
<li>Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah; Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.</li>
<li>Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan; Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.</li>
<li>Seorang boss menuntut rasa hormat; <span> </span>Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.</li>
<li>Seorang boss berkata, &#8216;Pergi!&#8217;;  Tetapi seorang pemimpin berkata, &#8216;Mari kita pergi!&#8217;</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2009/12/perbedaan-antara-boss-dan-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>7 Hukum Layout sebagai Prinsip Dasar Desain</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2009/11/7-hukum-layout-sebagai-prinsip-dasar-desain/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2009/11/7-hukum-layout-sebagai-prinsip-dasar-desain/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 07:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Graphic]]></category>

		<category><![CDATA[Magazine/Book]]></category>

		<category><![CDATA[apresiasi seni grafis]]></category>

		<category><![CDATA[Frank Jefkins]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum Keberagaman]]></category>

		<category><![CDATA[hukum kesatuan]]></category>

		<category><![CDATA[hukum keseimbangan]]></category>

		<category><![CDATA[hukum layouts]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum Penekanan]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum Proporsi]]></category>

		<category><![CDATA[hukum ritme]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum Skala]]></category>

		<category><![CDATA[komunikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[
Kawan-kawan yang excellent. Desain terdiri dari berbagai elemen grafis pembentuk desain&#8211; seperti tulisan yang telah saya posting sebelumnya&#8211; elemen grafis terdiri dari huruf, warna, bentuk, garis, tekstur, gambar/ilustrasi dan foto. Untuk memunculkan desain yang tepat, elemen-elemen tersebut di ramu dengan layout (tata letak) yang sesuai dengan segmentasi penerima pesan grafis (komunikan).
Apresiasi seni grafis berarti mengenal (pengetahuan), memahami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-317" title="layouts" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/layouts.jpg" alt="layouts" width="503" height="503" /></p>
<p>Kawan-kawan yang <em>excellent. </em>Desain terdiri dari berbagai elemen grafis pembentuk desain&#8211; seperti tulisan yang telah saya posting sebelumnya&#8211; elemen grafis terdiri dari huruf, warna, bentuk, garis, tekstur, gambar/ilustrasi dan foto. Untuk memunculkan desain yang tepat, elemen-elemen tersebut di ramu dengan layout (tata letak) yang sesuai dengan segmentasi penerima pesan grafis (<em>komunikan</em>).</p>
<p>Apresiasi seni grafis berarti mengenal (pengetahuan), memahami dan merasakan, dan memberikan penghargaan, penilaian atau tanggapan estetis (respons estetis). Ini merupakan <em>feedback</em> dari komunikan terhadap seni grafis yang meliputi implementasi elemen-elemen grafis di dalam karya desain grafis.</p>
<p>Kaitannya terhadap apresiasi komunikan ialah berlakunya alat ukur seperti pada hukum-hukum layout. Menurut Frank Jefkins (1997, 245) prinsip dasar desain yang diterapkan  pada media adalah hukum layout desain, yaitu : Hukum Kesatuan, Hukum Keberagaman, Hukum Keseimbangan, Hukum Ritme, Hukum Proporsi, Hukum Skala dan Hukum Penekanan.</p>
<p><span id="more-304"></span></p>
<h3>1. Hukum Kesatuan</h3>
<p>Semua bagian dari suatu layout harus menyatu guna membentuk keseluruhan layout. Kesatuan bagian layout ini dapat dikacaukan oleh suatu batasan yang mengganggu, terlalu banyak jenis huruf yang berbeda dan berlawanan, warna yang didistribusikan dengan sembarangan, unsur-unsur yang kurang proposional, atau layout yang &#8217;semarak&#8217; dengan bagian-bagian yang membingungkan.</p>
<h3>2. Hukum Keberagaman</h3>
<p>Meski demikian, dalam suatu layout harus ada suatu perubahan dan pengkontrasan seperti menggunakan jenis huruf tebal (bold) dan medium, atau juga memanfaatkan ruang kosong dalam keseluruhan layout. Media, layaknya tidak menimbulkan kesan monoton, keberagaman juga dapat dihasilkan dengan pemanfaatan gambar-gambar.</p>
<h3>3. Hukum Keseimbangan</h3>
<p>Adalah mendasar sekali bahwa suatu media harus menampilkan keseimbangan. Keseimbangan <em>optis </em>adalah sepertiga bagian bawah suatu ruang media, bukan setengahnya. Suatu gambar atau <em>headline</em> mungkin memakan tempat sepertiga dan naskah dua pertiganya sehingga memenuhi syarat keseimbangan <em>optis</em>. Keseimbangan <strong>simetris</strong> dapat dicapai dengan pembagian, sehingga suatu desain dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama, seperempat bagian, dan seterusnya.</p>
<h3>4. Hukum Ritme</h3>
<p>Meski media cetak bersifat statis, namun masih memungkinkan untuk menimbulkan kesan gerakan sehingga mata pembaca dapat dibawa dan diarahkan keseluruh bagian media. Sebagai contoh sederhana adalah memasukkan setiap awal paragraf <em>(first line </em>atau<em> hanging indent). </em>Bagaimanapun aliran pesan awal sampai pesan terakhir secara keseluruhan di dalam desain harus menyiratkan ritme yang nyaman.</p>
<h3>5. Hukum Proporsi</h3>
<p>Hal ini khususnya berkenaan dengan ukuran jenis huruf yang digunakan untk lebarnya naskah. Makin lebar suatu naskah (atau ukuran ruang) makin besar pula ukuran huruf yang harus digunakan, dan demikian pula sebaliknya. Suatu media yang mempunyai ruang yang sempit (kecil) akan menggunakan jenis teks ayng kecil pula, akan tetapi jika media itu lebar maka memerlukan huruf teks yang lebih lebar, kecuali teks-teks itu diatur dalam kolom-kolom.</p>
<h3>6. Hukum Skala</h3>
<p>Jarak penglihatan (<em>visibility</em>) tergantung pada skala tone dan warna, beberapa tampak kurang menyolok, sementara yang lain terlalu tampak menyolok. Warna-warna pucat pastel, merupakan warna yang kurang menyolok. Sedangkan warna-warna menyolok ditampakkan pada warna primer. Warna hitam dengan kombinasi warna kuning atau oranye akan sangat tampak menyolok dibanding warna kuning dengan warna putih yang terkesan tidak menyolok (baca: mati). Hukum Skala dapat digunakan dalam desain<em> typography</em> ketika <em>headlines</em> dan <em>subheading</em> dibuat kontras dengan area abu-abu dari huruf-huruf teks.</p>
<h3>7. Hukum Penekanan</h3>
<p>Aturannya di sini yaitu bila semua ditonjolkan maka yang terjadi adalah <strong>tidak ada hal yang ditonjolkan <em><span style="font-weight: normal;">(all emphasis is no emphasis).  <span style="font-style: normal;">Seperti yang terjadi bila terlalu banyak huruf tebal yang digunakan atau terlalu banyak huruf kapital yang digunakan. Hukum Penekanan berkaitan erat dengan hukum lainnya terutama berkaitan dengan Hukum Keberagaman dan Hukum Skala.</span></span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;">Sebuah media dapat dibuat sehingga tampak menarik jika ada penekanan seperti pada jenis huruf yang ditebalkan atau kata-kata tertentu yang diberi penekanan dengan warna lain. Ruang atau bidang yang dibiarkan kosong (<em>white space</em>), kecerahan juga dapat menjadi cara yang efektif untuk menghasilkan penekanan.</span></span></em></strong></p>
<p>Ketujuh Hukum Layout tersebut sangatlah penting untuk diimplementasikan sesuai dengan karakter segmen komunikan. Dan memperingati Alexa Rank AgusRidwanSopari.com yang kini berada diposisi 1.935.722, saya kembali merubah gambar header baru dengan tema <em>classic </em><em>old paper</em>. Good looking, huh?</p>
<p>Salam Ekselenizer dari Agus Ridwan Sopari, untuk Anda yang<em> excellent</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2009/11/7-hukum-layout-sebagai-prinsip-dasar-desain/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ilham Tren Desain Web 2010</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2009/11/ilham-tren-desain-web-2010/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2009/11/ilham-tren-desain-web-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 05:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Creative]]></category>

		<category><![CDATA[Graphic]]></category>

		<category><![CDATA[Website/blog]]></category>

		<category><![CDATA[Carousels (Slideshows)]]></category>

		<category><![CDATA[desain 2010]]></category>

		<category><![CDATA[HUGE Typography]]></category>

		<category><![CDATA[Introduction Blocks]]></category>

		<category><![CDATA[Letterpress]]></category>

		<category><![CDATA[Media Blocks]]></category>

		<category><![CDATA[Rich User Interfaces]]></category>

		<category><![CDATA[The Magazine Look]]></category>

		<category><![CDATA[Tren Desain Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Awal bulan Oktober 2009 website www.AgusRidwanSopari.com dirubah tampilan image headernya menjadi yang nampak terlihat sekarang,  sehingga lebih fresh dan lebih fokus. Terilhami karena mengamati perkembangan desain web terkini akan semakin menambah inspirasi dalam pendekatan penggunaan grafis terbaru dan elemen desain mutakhir.
Walau jauh dari sempurna, semenjak website ini dilaunching tanggal 25 September 2009&#8211; beberapa hari setelah Hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awal bulan Oktober 2009 website www.AgusRidwanSopari.com dirubah tampilan image headernya menjadi yang nampak terlihat sekarang,  sehingga lebih fresh dan lebih fokus. Terilhami karena mengamati perkembangan desain web terkini akan semakin menambah inspirasi dalam pendekatan penggunaan grafis terbaru dan elemen desain mutakhir.</p>
<p>Walau jauh dari sempurna, semenjak website ini dilaunching tanggal 25 September 2009&#8211; beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Sampai tulisan ini diposting, pada minggu-minggu awal kehadiran web site ini menduduki peringkat Alexa ke 3,5 juta dan kabar gembiranya menurut <strong>bizinformation.org </strong>peringkat web ini pada posisi 28,516 di Indonesia dan peringkat di dunia melesat hampir 1 jutaan ke ranking Alexa 2,638,971 dengan perkiraan nilai jual website ini Rp 107.88 Juta.</p>
<p>Kawan-kawan yang <em>excellent.</em>.. Beberapa diantara tren website itu mengilhami sebagai desainer ataupun blogger untuk lebih bisa mengeksplor kemampuan dan kreatifitas agar menjadi tren baru di tahun 2010. <em>By the way</em>, yang sudah mengetahui atau belum tentang tren desain web di tahun 2009, simak saja ya. Seperti diulas dan diberi contoh gambarnya oleh smashingmagazine.com ada 10 tren desain web yaitu:</p>
<p>1. Letterpress</p>
<p>2. Rich User Interfaces</p>
<p>3. PNG transparency</p>
<p>4. HUGE Typography</p>
<p>5. Font Replacement</p>
<p>6. Modal Boxes (Lightboxes)</p>
<p>7. Media Blocks</p>
<p>8. The Magazine Look</p>
<p>9. Carousels (Slideshows)</p>
<p>10. Introduction Blocks</p>
<p><span id="more-238"></span></p>
<h3>Ilham Tren Desain Website 2010</h3>
<h2><strong>1. Letterpress</strong></h2>
<p><strong></strong><img class="alignleft size-full wp-image-240" title="Embossing" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/01.jpg" alt="Embossing" width="490" height="264" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-255" title="01xkite" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/01x3.jpg" alt="01xkite" width="490" height="264" /></p>
<p>Menggunakan huruf-huruf timbul seperti emboss, tapi yang Sering dipakai terkesan dipahat (inside embossed). Digunakan biasanya untuk judul-judul utama.</p>
<h2>2.Rich User Interfaces</h2>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-243" title="interface1" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/02.jpg" alt="interface1" width="490" height="264" /></strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-244" title="interface2" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/02x.jpg" alt="interface2" width="490" height="264" /></strong></p>
<p>Penggunaan yang lebih kaya terhadap klik antarmuka yang atraktif, dinamis sekaligus interaktif. sehingga pengguna web akan terasa senang.</p>
<h2><strong>3. PNG transparency</strong></h2>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-245" title="transparent1" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/03.jpg" alt="transparent1" width="490" height="264" /></strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-246" title="transparenc" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/03xx.gif" alt="transparenc" width="500" height="320" /></strong></p>
<p>Penggunaan gambar-gambar atau blok transparan yang tidak menutupi secara keseluruhan gambar latar. Seperti sering kita lihat di majalah-majalah.</p>
<h2>4. HUGE Typography</h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-247" title="red" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/red.jpg" alt="red" width="500" height="320" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-248" title="zo" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/zo.gif" alt="zo" width="500" height="320" /></p>
<p>Penggunaan font-font yang sangat besar, tetapi dengan font yang dilayout sedemikian rupa agar tujuannya ingin menarik perhatian pengguna website.</p>
<p><span style="font-weight: normal; font-size: 13px;">Setiap desain, baik itu desain web atau desain media cetak satu sama lain saling mempengaruhi. Walaupun tetap saja sesuai dengan core desain tersebut di buat.</span></p>
<h2><strong>5. Font Replacement<br />
</strong></h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-249" title="fontrep1" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/fontrep1.jpg" alt="fontrep1" width="500" height="320" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-250" title="fontrep2jpg" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/fontrep2jpg.gif" alt="fontrep2jpg" width="490" height="320" /></p>
<p>Font yang sering digunakan biasanya standar seperti Arial, Helvetica, verdana, tahoma, tetapi kini tipografi indah dan bukan yang biasa berani dimunculkan. Sehingga kesan yang di dapat dari desain visual ini untuk meningkatkan penampilan Web dan meningkatkan pengalaman pengguna.</p>
<h2><strong>6. Modal Boxes (Lightboxes)<br />
</strong></h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-256" title="groove" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/groove.jpg" alt="groove" width="490" height="320" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-257" title="modalbox2" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/modalbox2.jpg" alt="modalbox2" width="490" height="320" /></p>
<p>Modal Boxes (jendela dialog) adalah, pada dasarnya, generasi kedua dari pop-up. untuk mengfokuskan daerah penting yang telah di klik muncul jendela dialog baru, dan ditampilkan secara unik, misalnya semitransparan. Sering kita temukan ketika kita mau login atau mendaftar jadi member di web tersebut.</p>
<h2><strong>7. Media Blocks<br />
</strong></h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-258" title="07a" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/07a.gif" alt="07a" width="490" height="251" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-259" title="07b" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/07b.gif" alt="07b" width="490" height="268" /></p>
<p>Berbeda dengan tahun2 sebelumnya kini, media bloks ditampilkan sebagai tambahan konten di web site. seperti pemuatan alat putar video. sehingga film, musik dan pertunjukan bisa dilihat secara langsung.</p>
<h2><strong>8. The Magazine Look<br />
</strong></h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-260" title="magazine2" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/magazine2.gif" alt="magazine2" width="490" height="320" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-261" title="magazine4" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/magazine4.jpg" alt="magazine4" width="500" height="320" /></p>
<p>Perkembangan menarik dari weblog adalah mengadaptasi layout majalah versi cetak. susunan posting halaman, ilustrasi dan jenis huruf hampir mirip majalah. Tampilan seperti majalah ini jarang muncul di desain website perusahaan dan juga toko online.</p>
<h2><strong>9. Carousels (Slideshows)</strong></h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-262" title="amy" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/amy.jpg" alt="amy" width="500" height="250" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-263" title="cnnmoney" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/cnnmoney.gif" alt="cnnmoney" width="500" height="275" /></p>
<p>Tampilan slide show seperti komedi putar, dimana gambar-gambar bergerak-gerak memutar biasanya ke kiri atau kanan, tergantung panah yang disediakan. Seperti yang pernah saya lakukan untuk <a href="http://www.vote7.com/n7w">voting Komodo National Park (PNK)</a> sebagai finalis 7 keajaiban alam di dunia.</p>
<h2><strong>10. Introduction Blocks<br />
</strong></h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-266" title="introd" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/introd.jpg" alt="introd" width="500" height="320" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-267" title="introd2" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/introd2.gif" alt="introd2" width="500" height="320" /></p>
<p>Kiri atas area dari sebuah situs web adalah blok yang paling penting pada halaman, karena yang paling meraih perhatian dari pengunjung. Oleh karena itu, masuk akal untuk menempatkan pesan yang paling penting dari website di sana dan dengan demikian memastikan bahwa pembaca mendapatkan pesan secepat mungkin. Sebenarnya, ini persis seperti apa yang banyak desainer lakukan. Tapi Perhatikan, walaupun, blok perkenalan itu hampir tidak pernah muncul di blog dan jarang di toko-toko online.</p>
<p>Nah, sekian review dari Agus Ridwan Sopari, semoga bisa menjadi contoh yang dapat menginspirasi Anda dalam proyek desain-desain di tahun berikutnya.</p>
<p>Salam Ekselenizer dari Agus Ridwan Sopari, untuk Anda yang <em>excellent</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2009/11/ilham-tren-desain-web-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Impian Menciptakan Energi Besar untuk Berprestasi</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2009/11/impian-menciptakan-energi-besar-untuk-berprestasi/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2009/11/impian-menciptakan-energi-besar-untuk-berprestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 00:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Career]]></category>

		<category><![CDATA[Self Improvement]]></category>

		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>

		<category><![CDATA[Meraih Impian]]></category>

		<category><![CDATA[Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[
Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju. Impian merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Dunia ini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan tehnologi yang lebih hebat itu berkat impian orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para pemimpi. Kemajuan kehidupan saat ini merupakan hasil impian generasi pendahulu kita.
Menurut Francis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-211" title="Job seeker (foto.detik.com)" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/kerja2_b.jpg" alt="Job seeker (foto.detik.com)" width="425" height="319" /></p>
<p>Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju. Impian merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Dunia ini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan tehnologi yang lebih hebat itu berkat impian orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para pemimpi. Kemajuan kehidupan saat ini merupakan hasil impian generasi pendahulu kita.</p>
<blockquote><p>Menurut Francis Ford Coppola, “It was the man’s dream, and his inspiring attempt to make them come true that remain important. – Itu mimpi manusia yang terpenting, dan upayanya yang inspiratif mengupayakan mimpi itu menjadi kenyataan.”</p></blockquote>
<p>Di bulan-bulan terakhir 2009, rakyat Indonesia berlomba-lomba meraih mimpi mereka. Konsentrasinya adalah pada moment penting setiap tahun yaitu penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Banyak ditunggu-tunggu oleh berjuta pencari kerja yang memimpikan hidup dalam kenyamanan, kemapanan dan jaminan hari tua. Tidak salah 3 Blog WordPress.com nge-Top hari ini yang paling banyak dicari yakni tentang Lowongan Kerja: Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten X, Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Y, Pengumuman Lowongan Kerja Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tahun 2009, Pengumuman Peserta Lulus Tahap TEST TERTULIS, dan yang berkaitan dengan pendaftaran online serta syarat administrasi yang harus dipenuhi para pencari kerja.</p>
<p>Apapun impian masa depan Anda, ketahuilah bahwa impian menjadikan manusia penuh vitalitas dalam bekerja. Impian itu sendiri sebenarnya merupakan sumber energi menghadapi tantangan yang tidak gampang. Menurut Anais Nin, “Hidup ini mengerut atau berkembang sesuai dengan keteguhan hati seseorang.”</p>
<p>Ada 4 tips sederhana guna menjadikan impian sebagai sumber energi kita yaitu disingkat dengan kata PLUS, yaitu; percaya, loyalitas, ulet dan sikap mental positif.</p>
<p><span id="more-208"></span></p>
<p><strong>Tips yang pertama; </strong><strong>Rasa percaya</strong> menjadikan seseorang pantang menyerah, meskipun mungkin orang lain mengkritik atau menghalangi. Kepercayaan itu juga membentuk kesadaran bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai pemenang. <strong>Tips yang kedua adalah loyalitas atau fokus</strong> untuk merealisasikan impian. Untuk mendapatkan daya dorong yang luar biasa, maka tentukan pula target waktu.</p>
<p><strong>Tips yang ketiga adalah ulet</strong>. Sebuah impian menjadikan seseorang bekerja lebih lama dan keras. Sedangkan <strong>tips yang ke empat adalah sikap mental positif</strong>. Seseorang yang mempunyai impian memahami bahwa keberhasilan memerlukan pengorbanan, kerja keras dan komitmen, waktu serta dukungan dari orang lain. Oleh sebab itu, mereka selalu bersemangat mengembangkan kemampuan tanpa henti dan mencapai kemajuan terus menerus hingga tanpa batas. Impian yang sudah menjadi nafas kehidupan merupakan daya dorong yang luar biasa.</p>
<p>Untuk mendukung tips di atas perlu dicoba <a title="5 Langkah Mewujudkan Mimpi Anda" href="http://agusridwansopari.com/2009/10/5-langkah-untuk-mewujudkan-mimpi-anda/" target="_self">5 langkah teknis mewujudkan impian</a> Anda. Klik <a href="http://agusridwansopari.com/2009/10/5-langkah-untuk-mewujudkan-mimpi-anda/">di sini</a> untuk membacanya.</p>
<p>Selamat berprestasi. <em>Salam Ekselenizer dari Agus Ridwan Sopari, untuk Anda yang excellent!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2009/11/impian-menciptakan-energi-besar-untuk-berprestasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manajerial Humas Bagi Sukses Organisasi</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2009/11/manajerial-humas-bagi-sukses-organisasi/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2009/11/manajerial-humas-bagi-sukses-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 04:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Communication]]></category>

		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<category><![CDATA[Public Relation]]></category>

		<category><![CDATA[fungsi humas]]></category>

		<category><![CDATA[manajer]]></category>

		<category><![CDATA[organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[
Terkadang fungsi hubungan masyarakat (humas) di masyarakat awam sering rancu dengan tugas seorang marketing bahkan jurnalistik. Kali ini kita akan ungkap tentang peran atau fungsi humas dalam organisasi yang sukses.
Praktisi humas dalam pelaksanaan tugasnya akan menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa proses peranan humas (tahapan fact finding, planning, communicating, dan evaluation) sepenuhnya mengacu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-385" title="Manajerial Humas Bagi Sukses Organisasi" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/11/4728036_img.jpg" alt="Manajerial Humas Bagi Sukses Organisasi" width="520" height="300" /></p>
<p>Terkadang fungsi hubungan masyarakat (humas) di masyarakat awam sering rancu dengan tugas seorang marketing bahkan jurnalistik. Kali ini kita akan ungkap tentang peran atau fungsi humas dalam organisasi yang sukses.</p>
<p><span>Praktisi humas dalam pelaksanaan tugasnya akan menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa proses peranan humas <em>(tahapan fact finding, planning, communicating,</em> dan <em>evaluation</em>) sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. Nah kemudian manajemen humas dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.</span></p>
<p><span>Dengan melihat proses peranan manajemen dan humas dalam suatu organisasi yang sudah dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa manajemen itu adalah upaya menyusun sasaran dan kerja sama melalui orang lain. Di samping itu, untuk dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif.</span></p>
<p><span><span id="more-187"></span><br />
</span></p>
<p><span><strong>Apa yang dikerjakan humas?</strong></span></p>
<p class="MsoListParagraph"><span><span>1.<span> </span></span></span><span>Menampilkan Kesan (<em>image</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Humas harus menampilkan kesan yang terbaik organisasinya. Kesan disini berarti &#8220;gambaran yang diperoleh seseorang tentang suatu fakta sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pengertian mereka (terhadap suatu <a title="Produk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Produk"><span>produk</span></a>, orang, atau situasi)&#8221;.</span></p>
<p class="MsoListParagraph"><span><span>2.<span> </span></span></span><span>Pengetahuan dan pengertian</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Humas memiliki peran penting dalam membantu menginformasikan pada publik internal (dalam organisasi) dan publik eksternal (luar organisasi) dengan menyediakan informasi <a title="Akurat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akurat&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span>akurat</span></a> dalam format yang mudah dimengerti sehingga ketidak-pedulian akan suatu organisasi, produk, atau tempat dapat diatasi melalui pengetahuan dan pengertian.</span></p>
<p class="MsoListParagraph"><span><span>3.<span> </span></span></span><span>Menciptakan ketertarikan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Humas juga harus dapat menciptakan ketertarikan <a title="Publik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Publik"><span>publik</span></a> dalam suatu situasi atau serial situasi, yang bisa jadi berpengaruh besar dalam suatu <a title="Organisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi"><span>organisasi</span></a> atau sekelompok orang. Menggunakan strategi kehumasan dalam hal ini bisa menjadi sangat efektif.</span></p>
<p class="MsoListParagraph"><span><span>4.<span> </span></span></span><span>Penerimaan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Masyarakat mungkin bersikap melawan pada sebuah situasi karena mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi, atau mengapa hal tersebut terjadi. Profesi humas mempunyai peran kunci untuk menjelaskan sebuah situasi atau kejadian dengan sejelas-jelasnya sehingga ketidak-pedulian, dan bahkan sikap menentang, yang menjadi atmosfer disekelilingnya dapat diputar menjadi pengertian dan penerimaan.</span></p>
<p class="MsoListParagraph"><span><span>5.<span> </span></span></span><span>Simpati</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dengan mengemukakan informasi secara jelas dan tidak <a title="Bias (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bias&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span>bias</span></a>, tugas humas ini umumnya merupakan cara yang berhasil untuk meraih simpati.</span></p>
<p>Dalam Buku Manajemen Humas karya<span> </span>Mahidin Mahmud dan Alex Rumondor, tercetak bahwa kualitas yang khas pada manajer humas ialah kemampuan menganalisis. Setiap anggota staf humas juga harus berkemampuan sebagai juru analisis. Manajer humas harus pula bisa membenahi dirinya, dan menganggap dirinya mampu bekerja efektif tanpa perintah, karena manajer humas sendiri bukan mengurus bagian yang memberi perintah.</p>
<p>Manajer humas adalah bagian yang mewakili perusahaan terhadap publik dan mewakili publik pada perusahaan. Dengan demikian, tiap bagian lain dalam perusahaan itu tahu bahwa pimpinan puncak termasuk manajer humas tingkat dan bobotnya sama dengan rekan pimpinan puncak bagian lain. Manajer humas harus pula dapat menyajikan hasil evaluasi yang akurat. Evaluasi tersebut meliputi ruang lingkup tugasnya manajer humas dalam rangka mengatur/memanfaatkan kegiatan internal dan eksternal yang berkaitan dengan :</p>
<p><span><span>1.<span> </span></span></span><span>lingkungan</span></p>
<p><span><span>2.<span> </span></span></span><span>sikap dan pendapat publik</span></p>
<p><span><span>3.<span> </span></span></span><span>efektivitas manajemen humas</span></p>
<p><span><span>4.<span> </span></span></span><span>pengaruh tiap bagian yang harus dirasakan juga oleh manajer humas.</span></p>
<p><a name="21"></a><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span>Produk-produk tertulis humas</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Diantaranya adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>1.<span> </span></span></span><span><a title="Siaran pers" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siaran_pers"><span>Siaran pers</span></a> yaitu informasi yang mengandung nilai berita dan disampaikan oleh publik melalui <a title="Media massa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Media_massa"><span>media massa</span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>2.<span> </span></span></span><span>Latar belakang (<em>Backgrounder</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>3.<span> </span></span></span><span><a title="Media internal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Media_internal"><span>Media internal</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>4.<span> </span></span></span>Laporan tahunan</p>
<p class="MsoNormal"><span><span>5.<span> </span></span></span><span><a title="Advetorial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Advetorial"><span>Advetorial</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>6.<span> </span></span></span>Profil perusahaan</p>
<p class="MsoNormal"><span><span>7.<span> </span></span></span><span>Lembaran berita (<em>Newsletter</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>8.<span> </span></span></span><span><a title="Prospektus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prospektus"><span>Prospektus</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>9.<span> </span></span></span><span>Penulisan komentar pembaca (testimonial)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>10.<span> </span></span></span><span>Penulisah naskah pidato</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>11.<span> </span></span></span><span><a title="Iklan layanan masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan_layanan_masyarakat"><span>Iklan layanan masyarakat</span></a></span></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span>Humas sebagai Unsur Pendukung Kegiatan Organisasi</span></strong></p>
<p><span> </span></p>
<p><a name="23"></a><span>Definisi humas “Statement Mexico” mempertegas kedudukan Humas dalam jajaran ilmu-ilmu sosial lainnya, terutama yang berkaitan dengan ilmu komunikasi. Definisi ini kembali menggarisbawahi tugas Humas harus dilandasi dengan riset, konsultasi dengan pimpinan organisasi, program terencana dan tanggung jawab sosialnya. </span></p>
<p><a name="24"></a><span>Peranan humas untuk menanamkan <em>sense of belonging </em>pada publiknya dalam upaya untuk memenangkan tujuan organisasi dan melakuakn </span><span><span>kegiatan untuk meraih opini publik yang menguntungkan bagi organisasi</span></span><span> yang tentunya berlandaskan keterampilan humas agar dapat menyentuh persepsi publik sasaran. Semua ini bertitik tolak pada posisi humas sebagai unsur pendukung kegiatan organisasi.</span></p>
<p><a name="25"></a><strong><span><br />
Humas sebagai Pusat Informasi</span></strong></p>
<p><span> </span></p>
<p><a name="26"></a><a name="27"></a><a name="28"></a><span>Sebagai pusat layanan informasi, peran humas ini tidak terlepas dari upaya untuk mengubah perilaku khalayak melalui dua jenjang, yaitu <em>transforming role dan socializing role.</em> Yang pertama dimaksudkan untuk mengubah perilaku publik, sementara yang kedua adalah hasil yang dapat diperoleh.</span></p>
<p><a name="29"></a><span>Kanapa pusat informasi ini diperlukan dalam sebuah organisasi? PR. Smith, pakar marketing mengemukakan tentang arti informasi dalam bidang militer dan marketing, bahwa informasi dapat menciptakan power. Dalam kaitan ini dikutip pula pendapat Jefkins tentang posisi praktisi humas dalam suatu organisasi yang merupakan mata, telinga dan suara dari perusahaan. Posisi ini harus berada pada jajaran pimpinan. **</span></p>
<p>Salam Ekselenizer dari Agus Ridwan Sopari, untuk Anda yang <em>excellent</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2009/11/manajerial-humas-bagi-sukses-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kepemimpinan Selebritis atau Pendidik?</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2009/10/kepemimpinan-selebritis-atau-pendidik/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2009/10/kepemimpinan-selebritis-atau-pendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 01:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leardeship]]></category>

		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<category><![CDATA[Daniel Boorstin]]></category>

		<category><![CDATA[Imam Ghazali]]></category>

		<category><![CDATA[Jamal Mahdi]]></category>

		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>

		<category><![CDATA[kepemimpinan dalam islam]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidik]]></category>

		<category><![CDATA[Profesor Himendra Wargahadinata]]></category>

		<category><![CDATA[Selebritis]]></category>

		<category><![CDATA[UNPAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[
Pernahkan Anda mendengar tentang suatu pekerjaan dalam kehidupan tercapai tanpa kepemimpinan? Bila jawaban Anda membenarkan, berarti tidak diragukan lagi hal itu merupakan bagian dari khayalan, bertentangan dengan fitrah manusia yang merupakan entitas sosial yang diciptakan untuk berhubungan satu dengan yang lain. Dalam menata hubungan ini pasti dituntut  adanya seorang pemimpin yang melaksanakan, memandu dan membawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-387" title="Kepemimpinan Selebritis atau Pendidik?" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/10/1131650_women_22_img.jpg" alt="Kepemimpinan Selebritis atau Pendidik?" width="520" height="300" /></p>
<p>Pernahkan Anda mendengar tentang suatu pekerjaan dalam kehidupan tercapai tanpa kepemimpinan? Bila jawaban Anda membenarkan, berarti tidak diragukan lagi hal itu merupakan bagian dari khayalan, bertentangan dengan fitrah manusia yang merupakan entitas sosial yang diciptakan untuk berhubungan satu dengan yang lain. Dalam menata hubungan ini pasti dituntut  adanya seorang pemimpin yang melaksanakan, memandu dan membawa pekerjaan ke arah target pencapaian.</p>
<p>Selanjutnya mengutip dari buku <em>&#8220;Menjadi Pemimpin Efektif dan Berpengaruh&#8221;</em> (2001),  Jamal Madhi mengulas sebagai berikut. Hakikat diutusnya Rasul kepada manusia sebenarnya hanyalah untuk memimpin umat dan mengeluarkannya dari kegelapan kepada cahaya. Tidak satu pun umat yang eksis kecuali Allah mengutus orang yang mengoreksi aqiqah dan meluruskan penyimpangan para individu umat tersebut.</p>
<p><span id="more-147"></span></p>
<p><em>&#8220;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thagut itu.</em>&#8221; (QS. An Nahl, 16 : 30)</p>
<p>Makna hakiki kepemimpinan dalam Islam adalah untuk mewujudkan khilafah di muka bumi, demi  terwujudnya kebaikan dan reformasi. Perintah Allah demikian jelas dalam firman-Nya : &#8220;Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.&#8221; (QS. An-Nisa, 4 : 65)</p>
<p>Nabi shalallahu &#8216;alaihi wassalam memerintahkan hal ini, walaupun dalam masyarakat yang jumlahnya kecil atau sasarannya sederhana. Beliau bersabda :  &#8221;Apabila tiga orang keluar untuk melakukan suatu perjalanan maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang diantara mereka untuk menjadi pemimpin.&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p><strong>Bagaimana pendapat Anda kepemimpinan dalam masyarakat yang lebih besar dan goal yang juga tinggi?</strong></p>
<p>Para ulama Islam memprioritaskan topik kepemimpinan dalam pengartian khusus, karena itu merupakan salah satu daya dukung agama. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah dalam bukunya &#8220;Siyasah Syar&#8217;iyyah&#8221; mengatakan, <em>&#8220;Wajib diketahui bahwa memimpin urusan manusia ternyata termasuk kewajiban terbesar agama, bahkan tidak akan tegak agama kecuali dengannya. Sesungguhnya kepentingan anak-anak Adam tidak akan tercapai secara sempurna kecuali dengan organisasi, karena mereka saling membutuhkan satu sama lain. Dalam organisasi ini sudah seharusnya ada seorang pemimpin.&#8221;</em></p>
<p>Rektor Universitas Padjadjaran (UNPAD), Prof. H.A. Himendra Wargahadibrata seperti dikutip dari  Koran Pikiran Rakyat (14/12/2003) pada pidato sambutan wisuda lulusan gelombang I Th. Akademik 2003/2004 mengatakan kepada wisudawan:</p>
<blockquote><p>&#8220;Untuk menjadi pemimpin yang baik, Saudara harus mampu mengartikulasikan visi, penuh dengan kreatifitas dan mampu memberdayakan masyarakat. Namun sebelum itu, Saudara harus pula dapat memahami tantagan yang terbentang di depan Saudara ditinjau dari berbagai sudut pandang.&#8221;</p></blockquote>
<p>Tantangan itu, lanjutnya, kemudian diselaraskan dengan kemampuan yang dimiliki. &#8220;dengan demikian, kompetensi Saudara sebagai pemimpin akan sangat bergantung dari pemahaman terhadap tantangan atau dengan kata lain &#8211;challenge first, competencies second,&#8221; tegasnya.</p>
<p><strong>Kepemimpinan Selebritis atau Pendidik?</strong></p>
<p>Diantara kepemimpinan yang paling spesifik adalah kepemimpinan pendidikan (Educational Leadership), karena kesuksesan mendidik generasi, membina umat dan berusaha membangkitkannya terkait erat dengan terpenuhinya kepemimpinan pendidikan yang benar. Krisis yang mengepung umat manusia saat ini tiada lain karena hilangnya kepemimpinan pendidik yang teladan.</p>
<p>Ini diwasiatkan AlImam Ghazali dalam ungkapannya : &#8220;Seorang pelajar harus memiliki seorang guru pembimbing (mursyid) yang dapat mengeluarkan akhlaq yang buruk dirinya dan menggantikannya dengan akhlaq yang baik. Ia juga harus memiliki seorang Syaikh yang dapat mendidik dan menunjukkan ke jalan Allah Ta&#8217;ala.&#8221;</p>
<p>Inti efektifitas proses kepemimpinan terletak pada wibawa (pengaruh) interaktif antara pemimpin dan pengikutnya. Kepemimpinan yang sukses yaitu pemimpin yang mampu mempengaruhi individu-individu untuk  menunaikan tugasnya dalam rangka memberikan arahan dan petunjuk, mewujudkan target organisasi, mengembangkan, memegang teguh komitmen, dan menjaga kekuatan bangunannya. Setidaknya bahwa pemimpin itu merupakan orang yang mengetahui kondisi dirinya, dan apa yang dipimpinnya.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan &#8220;kepemimpinan selebritis&#8221;?  Jika dibandingkan dengan kepemimpinan yang mendidik, pendidik, terdidik sudah terlalu jauh makna, proses cara, dan hasil yang dipimpinnya. Oke Coba simpulkan sendiri!</p>
<p>Tulisan ini saya tutup dengan sebuah penuturan dari Daniel Boorstin, seorang pakar manajemen organisasi, dalam Majalah Parade (6/8/1995) mengungkapkan, &#8220;Dunia dewasa ini memiliki para pemimpin, tetapi mereka berada di bawah bayang-bayang para selebritis. Pemimpin dikenal karena prestasi mereka, sedang kaum selebritis dikenal karena ketenaran mereka. Pemimpin mencerminkan kemungkinan-kemungkinan hakikat manusia, sedang kaum selebritis mencerminkan kemungkinan-kemungkinan pers dan media. Kaum selebritis adalah orang-orang yang membuat berita, tetapi para pemimpin dalah orang-orang yang membuat sejarah.&#8221;</p>
<p>Salam Ekselenizer dari Agus Ridwan Sopari, untuk Anda yang excellent!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2009/10/kepemimpinan-selebritis-atau-pendidik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Grafis dan Desainer Grafis</title>
		<link>http://agusridwansopari.com/2009/10/grafis-dan-desainer-grafis/</link>
		<comments>http://agusridwansopari.com/2009/10/grafis-dan-desainer-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 19:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Communication]]></category>

		<category><![CDATA[Graphic]]></category>

		<category><![CDATA[Learning]]></category>

		<category><![CDATA[angka]]></category>

		<category><![CDATA[gagasan]]></category>

		<category><![CDATA[gambar]]></category>

		<category><![CDATA[grafika]]></category>

		<category><![CDATA[grafis]]></category>

		<category><![CDATA[graphic]]></category>

		<category><![CDATA[ide]]></category>

		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[lukis]]></category>

		<category><![CDATA[perancang]]></category>

		<category><![CDATA[visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusridwansopari.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[
Ada dua istilah yang keduanya berkaitan bahkan bisa rancu maknanya. Sebut saja Grafis dan Desain Grafis. Secara bahasa, Grafis artinya gambar atau lebih lengkapnya seni membuat gambar, termasuk didalamnya melukis dan memotret. Dengan itulah yang muncul istilah photography dan videography. Bagi saya, grafis itu sama halnya seperti grafik yang berupa table dipadukan dengan  angka-angka. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-231   aligncenter" title="Mouse graphis it's fantastic" src="http://agusridwansopari.com/wp-content/uploads/2009/10/brosur-promo-general.jpg" alt="Mouse graphis it's fantastic" width="401" height="365" /></p>
<p>Ada dua istilah yang keduanya berkaitan bahkan bisa rancu maknanya. Sebut saja Grafis dan Desain Grafis. Secara bahasa, Grafis artinya gambar atau lebih lengkapnya seni membuat gambar, termasuk didalamnya melukis dan memotret. Dengan itulah yang muncul istilah photography dan videography. Bagi saya, grafis itu sama halnya seperti grafik yang berupa table dipadukan dengan <span> </span>angka-angka. Grafis (Graphic) juga merupakan sebuah istilah lain dibidang percetakan (Grafika).</p>
<p><span>Sedangkan Desain Grafis dalam perkembangannya disebut sebagai Desain Komunikasi Visual. Ia adalah sains dan keahlian yang menangani perancangan media komunikasi sebagai perantara (mediasi) pesan dari individu/kelompok kepada individu/kelompok lain. Pesan komunikasi yang disampaikan dapat berupa gagasan, informasi tentang prosuk dan jasa dalam bentuk visual. Visualisasi peran itulah yang dinyatakan dalam bentuk Grafis. Bentuknya grafisnya bisa disampaikan diantaranya media cetak, media digital (web page, slide show, animasi, dan TV). Ini mengingatkanku pada pernyataan Philipe Apeloig, yaitu <span>Graphic design is the intersection point between art and communication.</span></span></p>
<p><span>&#8220;A designer is duty bound to push the client as far as they will go.&#8221;<sup> </sup>Tugas seorang desainer adalah mengikat diri untuk mendorong klien sejauh desainer akan pergi. Artinya klien harus diberi pemahaman tentang tahapan kerja desainer dan memberi penerangan tentang kekuatan nilai sebuah karya grafis yang dibuat. </span></p>
<p><span>Desainer adalah perancang (ide), sedangkan desainer grafis adalah perancang karya seni komunikasi dari sesuatu yang sebelumnya ada menjadi ada. Jika seorang desainer mengulang apa yang pernah dituangkan dalam karya sebelumnya, ia belum pantas dikatakan: desainer grafis. Mungkin ia baru sebatas pekerja grafis saja. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusridwansopari.com/2009/10/grafis-dan-desainer-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
