AGUSRIDWANSOPARI.COM – Pak Stanley memperkenalkan istilah organisasi baru yaitu Giant-Leap Organization (GLO), yaitu organisasi yang mampu mencapai lompatan kinerja yang konsisten dan sustainable dalam kurun waktu lama. Hal ini bisa diwujudkan jika pengelolaan organisasi tersebut berpusat pada kekuatan sumber daya manusia.

Di dalam GLO, melalui sistim kokoh yang berbasis pada pengembangan potensi SDM, maka “orang-orang biasa” akan menjadi “orang-orang luar biasa”. Melalui iklim kerja yang diciptakan, budaya perusahaan yang dipraktekkan, pola kerja yang berfokus pada tim, maka potensi SDM yang biasa-biasa saja akan mampu dioptimalkan menjadi kekuatan luar biasa.

Berikut ini adalah model Giant Leap Organization yang ditawarkan oleh Pak Stanley:

  1. Leader-Driven Enterprise. Collective leader adalah “jantung” terwujudnya GLO. Mereka tidak hanya tersebar di jajaran puncak, melainkan di seluruh tingkatan organisasi. Tugas hakiki dari sebuah organisasi adalah menjadi “pabrik pemimpin”. Dan tugas seorang pemimpin di GLO adalah menciptakan sebanyak mungkin pemimpin lain di seluruh bagian organisasi.
  2. Managing by Values. Lasting company is values-based company. Elemen values ini adalah nilai-nilai budaya yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua karyawan dan teraplikasi dalam perilaku kolektif mereka, mencakup level IQ, EQ dan SQ. Bahkan di Adira, karyawan yang beragama Islam diwajibkan ikut pelatihan ESQ.
  3. The Power of Team Sinergy. GLO bukanlah organisasi yang piawai menciptakan “superman”, tapi “super team”. Esensinya adalah bagaimana menciptakan tim sinergi, sehingga menghasilkan output yang lebih besar ketimpang pencapaian pribadi-pribadi. Sinergi itu terwujud melalui result oriented goal, team chemistry, syncronized collaboration, team empowerment dan team recognition.
  4. People-Focused Execution. Di dalam GLO, eksekusi menempati posisi sentral selain strategi. Fokus kepada eksekusi harus menjadi nilai dasar, kebiasaan, dan disiplin yang harus dikembangkan secara konsisten dari waktu ke waktu. Eksekusi harus menjadi menjadi pekerjaan langsung pemimpin di semua level organisasi.
  5. Winning Spirit. Sebuah GLO harus memiliki orang-orang dengan spirit untuk menjadi pemenang. Organisasi harus menciptakan kondisi yang dibutuhkan untuk menanamkan mindset “play to win”, yang mencakup keberanian mengeksplorasi hal baru, melakukan umpan balik yang jujur, dan keterbukaan. Empat sikap yang harus dikembangkan: dream big think big, good is not enough, sky is the limit, healthy environment
  6. Human Emphaty. GLO sangat concern membangun human emphaty dengan cara memfasilitasi terwujudnya kehidupan yang seimbang dari setiap karyawannya, mencakup kehidupan keluarga, profesional, sosial, dan spiritual sehingga karyawan menemukan meaning of life. Peran perusahaan menjadi “holistic company”. A sustainable company is a holistic company.

Sumber: http://www.gramedia.com/wacana.asp?id=100305145454