AGUSRIDWANSOPARI.COM – Malam tanggal 25 Januari, saya sudah berniat untuk menepati janti menonton live performance-nya kang Ferry Curtis di acara Malam Penganugerahan Federasi Teater Indonesia (FTI) Award ke-VI untuk budayawan Prof. Saini KM di Taman Budaya Jawa Barat, di Dago atas, Bandung. Sebelum peserta memasuki ruang teater, Abah Asep Hidayat, tiba-tiba menemukan wajah yang tak asing baginya. Ia bertanya kepada saya, apakah itu orangnya!? Saya jawab, iya, itu Bunda Helvy Tiana Rosa, penulis buku penggugah yang saya baca ketika saya masih SMA, “Ketika Mas Gagah Pergi”.

Di Luar Gedung Teater

Pendiri Lingkar Pena itu, datang tidak sendiri, Bunda bersama anaknya, Abdurahman Faiz adalah penerima penghargaan dan hadiah pada acara FTI Award dalam lomba naskah drama teater. Faiz juga seorang penulis, dan kata Bunda bahasa Turkinya dapat nilai A, makanya ia pengen lanjutkan sekolah dengan berkuliah di Turki.

Hadir bersama mereka, Duta Bahasa DKI Jakarta dan Duta Bahasa II tingkat nasional,  Rahmi Yulia Ningsih yang bertudung kuning. Sosok yang pernah saya lihat di Youtube. Bertemu dalam momen yang tak disangka sangka. Sebelum memasuki ruang teater, duh kita paksain tuh berfoto dikegelapan malam dengan kamera hape 2 MP. Mumpung bisa dan bersedia.

Sebelum masuk, saya mengisi buku daftar hadir peserta, acaranya free, tetapi dapat juga buku gratis setebal 214 halaman berjudul “Badingkut Di Antara Tiga Jalan Teater” karya Herry Dim.

Alhamdulillah meski saya tidak banyak cakap dengan mereka, tapi dihati sudah tersuat-suat ingin menerbitkan buku sendiri. Perasaan yang aneh (tapi dahsyat)! Komentar Abah Asep adalah ekspresi, antusiasme, kesederhanaan dan persaudaraan yang saya dapat dari Bunda Helvy subhanaLLah .. katanya.

Di Dalam Gedung Teater

Saya duduk di barisan tengah, sejajar dengan Bunda Helvi Tiana Rosa. Tapi, terus terang saya baru pertama kali mengunjungi teater. Tetapi saya tidak merasakan canggung, kalem aja menikmati acara-acara yang disuguhkan. Mulai dari nyanyian Ferry Curtis yang menggetar hati (lebih membahana tidak seperti pas latihan di kamar sempitnya, hehehe–keren) musikalisasi puisi karya Saini KM, “Rumah Cermin”. Pertunjukan drama, disambung pemberian Award, sampai menikmati bodoran si Cepot yang dibawakan oleh dalang Opick, sedangkan MC ada Olivia ZALIYANTI & Daan P’PROJECT.

Kartunama sudah saling tukar dengan Bunda, kalau Ferry Curtis, tidak –saya juga yang buatkan kartunamanya! Selanjutnya, kita ambil hikmahnya, mudah-mudahan dengan jalan pembuka silaturahmi ini rezeki dahsyat akan datang dari arah yang tidak direncanakan kita, tapi dari Tuhan. Dan, ketika acara berlangsung, ada telpon dari calon klien, insya Allah akan ada project Logo Design & Brand Identity anak perusahaan mereka. Moga GOAL! Amiin…

Teringat dulu, ketika SMP dan SMA, saya cenderung menyukai mengarang, drama, bahkan pernah “Mendadak Nasyid”.  Saya bertekad agar bisnis saya terus berkembang dan seiring itu pula saya dan rekan-rekan dapat jauh lebih ekselen dari pada tahun-tahun sebelumnya.