Bagaimana memulai memasyarakatkan dinar dan dirham? Salah satu contohnya adalah yang dilakukan komunitas Wakala Nusantara dan warga di Cilincing Jakarta.

Dinar Dirham mempunyai kelebihan dibanding uang kertas, ia cenderung meningkat nilai tukarnya dibandingkan uang kertas yang kian menurun karena inflasi. Zaman dinamis, dinar dan dirham bisa dikatakan stabil. Alat tukar ini terbuat dari emas dan perak, sudah digunakan sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Di sini kita sibuk kerja keras demi lembaran uang kertas, atau trennya penghasilan kita terima hanya berupa digit angka saja. Di sana para “pemilik uang”, menumpuk emas-emas dan logam mulia karena mereka tau uang kertas dan digital akan segera kolaps, hingga orang-orang akan kembali menggunakan emas perak sebagai alat tukar, tapi… saat itu kita sudah terlambat memulai memiliki alat tukar yang Islami itu (Dinar Dirham).

[info] Anda bisa menukarkan uang dengan emas Dinar dan perak Dirham di Wakala Gemilang, wilayah Lembang & Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Hubungi saya atau ybhr.or.id[/info]

Bagaimana memulai memasyarakatkan dinar dan dirham? Salah satu contohnya adalah yang dilakukan komunitas Wakala Nusantara berikut yang menyelenggarakan Islamic Market Day pada bulan Ramadhan, semua transaksi menggunakan dinar dan dirham. Video yang diunggah ke Youtube adalah liputan Global TV.

Kemudian, perhatikan salah satu kawasan di Cilincing Jakarta ini menggunakan secara sukarela menggunakan koin Dinar dan Dirham untuk membeli mie bakso.

Pentolan grup SLANK, Ivan juga telah menggunakan dinar dirham.

 

Menghidupkan kembali dinar dirham, menghidupkan kembali bermuamalah Islami.