AGUSRIDWANSOPARI.COM – Logo sejatinya sebuah identitas dari entitas yang memakainya. Logo itu unik dengan segala bentuk dan filosofinya. Saya akan menyampaikan perbedaan antara terinspirasi dan plagiatisme dalam logo.

Plagiarisme didefinisikan dalam wikipedia sebagai “perampasan salah”, “imitasi dekat” atau dalam bahasa penulis lain yaitu “mencolong lalu mempublikasikan” dengan sengaja bahasa, pemikiran, ide atau ekspresi dan merepresentasikannya sebagai karya asli sendiri.Contoh plagiat adalah logo dari brand-brand yang dikeluarkan oleh pabrikan Cina seperti berikut ini:

 

Selain contoh di atas, Anda bisa lihat 10 foto lain dari Yahoo! tentang merek palsu di Cina pada link berikut http://id.berita.yahoo.com/foto/bisnis-merek-palsu-di-cina-slideshow/apple-the-iconic-consumer-electronics-company-was-not-flattered-when-it-found-out-that-its-photo-1341826953.html

Kita dapat temui beberapa logo yang memang akan mengesankan kepada sesuatu hal, ini sering terjadi ketika desainer logo mempresentasikan hasil desain mereka kepada kliennya. Padahal hasil desainer benar-benar otentik!

Dalam satu perusahaan klien saja, beberapa kepala akan mengasosiasikan hal yang berbeda beda tentang desain logo baru mereka dengan latar belakang pengetahuan dan rasa dari masing-masing kepala.

Selama tidak mencontek hal tersebut bukanlah plagiat, tetapi jika persis dan mengesankan atau mengelabui pemirsa seperti contoh di atas, itu plagiat, sengaja dibuat persis jenis hurufnya atau bentuk logonya, hanya sedikit modifikasi bentuk, warna atau ejaan dari tulisan!

[info]Aridh Konsultan Brand & Desain, memberikan solusi eksklusif untuk brand / merek organisasi dan produk Anda. Jangan salah langkah, buatlah desain logo merek dan lindungi merek Anda!  [/info]

Menyoal Logo Kominfo

Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 144/KEP/M.KOMINFO/4/2007 tentang Penetapan Logo Departemen Komunikasi dan Informatika yang Ditandatangani oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan A. Djalil di Jakarta pada 10 April 2007 menerangkan:

Secara menyeluruh bentuk logo ini terbentuk dari susunan tiga huruf C yang merupakan singkatan dari: Communication, Content dan Computer, yang merupakan bidang utama tugas Departemen Komunikasi dan Informatika.

Mirip bukan berarti identik

 

Your brand is your business; your business is your brand. Jangan sepelekan nama usaha/acara/layanan+logonya, ia akan jadi investasi Anda.

— Agus Ridwan Sopari (@KangAridh) December 22, 2010

Tulisan ini muncul ketika sedang melakukan googling “wold globe” dan menemukan bentuk globe yang unik dari depositphotos.com seperti berikut. Sehingga ingin rasanya menyampaikan jalan tengah dari sebuah logo yang plagiat dan logo yang terinspirasi.

Insipirasi untuk menciptakan logo bisa didapatkan dari apa saja, kreatifitas tidak terkungkung oleh batasan ruang dan waktu. Logo-logo punya tren sendiri tiap tahun, sama halnya dengan fashion, karena logo bagi saya adalah pakaian bagi sebuah entitas.

Kita lihat tren logo pada tahun 2010 di situs LogoLongue.com, yaitu http://www.logolounge.com/article.asp?aid=dlW.

Untuk logo Kominfo sendiri, saya tidak tahu bagaimana proses penciptaan logonya. Tapi tentang bentuk, pada point lain dari Surat Keputusan Menteri Kominfo dijelaskan: Secara sepintas bentuk logo ini menyerupai sebuah kerang, terinspirasi oleh Nafiri, alat komunikasi tradisional yang sering dipakai leluhur bangsa Indonesia untuk berkomunikasi.

Bisa jadi ada yang mirip, tapi tentu tidak identik dengan logo Filmax di bawah ini. Untuk nama perusahaan saja pasti banyak yang mirip, perhatikan saja di tiap kota setidaknya ada nama perusahaan atau toko yang sama: Maju Lancar, Jaya Abadi, Makmur Sentosa, dll.

Untuk nama Filmax (www.filmax.com) ternyata ada yang sama di Pakistan, cek di www.filmax.com.pk atau http://en.wikipedia.org/wiki/Filmax

Pendapat saya dalam diskusi ini adalah, meskipun mirip tentu tidak identik, dan hal yang penting adalah brand yang muncul duluan apalagi brand yang kuat tidak akan tergoyahkan meskipun dicontek, karena brand kita tetap menjadi pemenang dan diikuti pelanggan setianya. Kesalahaan fatal bila ada desainer logo yang menggunakan clipart / free image, sehingga logo Anda akan mirip dengan logo orang lain.