
Ada dua istilah yang keduanya berkaitan bahkan bisa rancu maknanya. Sebut saja Grafis dan Desain Grafis. Secara bahasa, Grafis artinya gambar atau lebih lengkapnya seni membuat gambar, termasuk didalamnya melukis dan memotret. Dengan itulah yang muncul istilah photography dan videography. Bagi saya, grafis itu sama halnya seperti grafik yang berupa table dipadukan dengan angka-angka. Grafis (Graphic) juga merupakan sebuah istilah lain dibidang percetakan (Grafika).
Sedangkan Desain Grafis dalam perkembangannya disebut sebagai Desain Komunikasi Visual. Ia adalah sains dan keahlian yang menangani perancangan media komunikasi sebagai perantara (mediasi) pesan dari individu/kelompok kepada individu/kelompok lain. Pesan komunikasi yang disampaikan dapat berupa gagasan, informasi tentang prosuk dan jasa dalam bentuk visual. Visualisasi peran itulah yang dinyatakan dalam bentuk Grafis. Bentuknya grafisnya bisa disampaikan diantaranya media cetak, media digital (web page, slide show, animasi, dan TV). Ini mengingatkanku pada pernyataan Philipe Apeloig, yaitu Graphic design is the intersection point between art and communication.
“A designer is duty bound to push the client as far as they will go.” Tugas seorang desainer adalah mengikat diri untuk mendorong klien sejauh desainer akan pergi. Artinya klien harus diberi pemahaman tentang tahapan kerja desainer dan memberi penerangan tentang kekuatan nilai sebuah karya grafis yang dibuat.
Desainer adalah perancang (ide), sedangkan desainer grafis adalah perancang karya seni komunikasi dari sesuatu yang sebelumnya ada menjadi ada. Jika seorang desainer mengulang apa yang pernah dituangkan dalam karya sebelumnya, ia belum pantas dikatakan: desainer grafis. Mungkin ia baru sebatas pekerja grafis saja.
RSS Feed
Twitter![AgusRidwanSopari.com [ ARIDH Ekselenizer ] AgusRidwanSopari.com [ ARIDH Ekselenizer ]](http://agusridwansopari.com/wp-content/themes/Vitalis/images/logo.png)


Semakin besar tanggungjawab seseorang di dalam perusahaan, semakin banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Selain pekerjaan yang harus dikelola sebaik mungkin, juga pendekatan yang baik harus dilakukan kepada para rekan kerja, atasan dan bawahan. Sedikit orang yang excellent, bahkan gagal dalam pekerjaannya hanya karena sikap-sikap di bawah ini:

Kawan-kawan Ekselenizer! Siapa yang tidak mengenal makhluk Tuhan yang kecil bernama semut dan lebah. Ternyata dibalik penciptaan mereka, sengaja dibuat pelajaran dan manfaat bagi manusia. Pada tulisan ini mengangkat suatu pelajaran yang bisa kita tiru dari perilaku kerja koloni semut dan lebah dalam membangun team work yang kokoh.
Setelah edisi lalu kita menyadari pentingnya menggunakan hari ini sebagai waktu yang berharga, kali ini adalah artikel lanjutan “Hari ini hari Anda!”. Untuk menjawab pertanyaan bagaimana menyambut hari mari kawan-kawan Ekselenizer, kita ikuti tips dari para teladan kita salafush shaleh, juga mengambil pedoman dari Al-Quran dan Hadits Nabi.
Jika datang pagi maka janganlah menunggu tibanya sore. Pada hari ini Anda hidup, bukan di hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan kejelekannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu datang.






