Ekselenizer
Anda mungkin akan bertanya, apa itu Ekselenizer? Sejak 2007, Agus Ridwan Sopari telah memakai nama Ekselenizer sebagai nama buletin cetak yang ia terbitkan sendiri. Beberapa artikel pada buletin ini telah direvisi dan diposting di website www.agusridwansopari.com.
Kini, ia membuat nama Ekselenizer sebagai nama super panjangnya. Agus Ridwan Sopari de Ekselenizer. Secara bahasa tidak ada yang persis sesuai ejaan bahasa yang baik manapun. Tetapi secara merek, nama ini cukup menarik perhatian. Hanya saja, kata Ekselenizer berawal dari gabungan kata “excellent” dan ditambahi “nizer” sebagai arti “si pembuat”.

Simbol Ekselenizer
Simbol Ekselenizer dirancang dari ide melingkarkan jempol dengan telunjuk dan membiarkan ketiga jari lainnya tegak. Persis seperti orang yang mengungkapkan bahasa non verbal, “OK!” atau “it’s excellent!”. Ide merancang simbol tangan ini juga merupakan refleksi dari imajinasi hewan kesukaan Agus Ridwan Sopari, yaitu elang. Elang yang diasosiasikan terhadap simbol ini adalah elang jawa (ada jambul dikepalanya). Hewan ini sejak tahun 1992 telah dinyatakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia, karena elang jawa bersifat endemik dan hampir musnah.
Makna dari Ekselenizer
Agus Ridwan Sopari de Ekselenizer, di dalam nama ini ada kata kunci yaitu excellent. Mengutip dari pernyataan Aristoteles (384-322 S.M.), “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Kemudian keunggulan bukanlah sebuah tindakan, tetapi kebiasaan.”
We are what we repeatedly do. Excellence then, is not an act, but a habit.
-Aristotle-
Sejalan dengan ini, seorang ulama besar Islam, Syaikh Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah (wafat tahun 751 H / 1330 M) menyatakan bahwa, kurang lebih seperti ini: Jika niat melakukan sesuatu itu sudah menguat di dalam hati, lama kelamaan menjadi pola pikir (mindset). Apapun yang menjadi pola pikir maka berangsur-angsur akan menjadi kerangka bertindak (framework). Jika sudah begitu, maka tindakan-tindakan tersebut akan jadi sebuah kebiasaan (habit). Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan bisa membentuk karakter/kepribadian (personality). Sedangkan KEPRIBADIAN ANDA MENENTUKAN CARA ANDA MENCAPAI MASA DEPAN!
Mudah bagi orang untuk sukses sendiri, tetapi tidak mudah orang bisa mensukseskan orang lain. Tetapi inilah sebuah kaidah agar kesuksesan bisa diraih dengan gemilang.
Hasan Al-Banna pernah mengisyaratkan, bahwa kewajiban lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk mengerjakan amanah-amanahnya. Inilah sebuah kekuatan yang kita harus ikhlas mendorong orang lain untuk sukses. Memberi lalu menerima. Sebuah kaidah inti dari Ekselenizer.
Sebagian orang memerlukan perangkat-perangkat untuk membantunya dalam merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi langkah-langkah kerjanya. Perangkat Ekselenizer menjadi kawan setia dan insya Allah mempermudah sebagai patokan target pribadi dalam meraih kesuksesan. Bahwa untuk mendapatkan kesuksesan itu perlu waktu yang optimal dan penggunaan waktu yang efisien dengan cara yang efektif.
RSS Feed
Twitter![AgusRidwanSopari.com [ ARIDH Ekselenizer ] AgusRidwanSopari.com [ ARIDH Ekselenizer ]](http://agusridwansopari.com/wp-content/themes/Vitalis/images/logo.png)






