Categories
Edu-creative

Roadmap Bisnis Pembentuk Mesin Optimis

Seseorang punya mesin optimisme dalam dirinya yang dengan bekerja baik secara otomatis, tapi ada yang perlu terus diaktual dengan lembaran manual.

Maka dengan menyusun roadmap bisnis akan menyediakan mesin optimis secara manual. Roadmap itu ibarat peta, kita bisa dengan cepat memprediksi jarak yang akan ditempuh, jalan yang akan dilalui dan tentunya tempat tujuan.

Sebagai individu, pengusaha menuliskan roadmap itu penting. Generasi kekinian hidup di dunia yang serba instant, segala bisa datang dengan cepat dan langsung dihadapan sendiri, setiap saat. Jika tidak disortir, dampaknya kurang fokus jalani bisnis apalagi hidup.

Seberapa pentingnya roadmap bagi pengusaha adalah sepenting mencapai goal dan mengembangkan bisnisnya. Bagi korporasi atau perusahaan yang memiliki banyak tenaga manusia, goal bisnis dari owner atau pemimpin perusahaan harus diturunkan agar tercipta kesinambungan visi dan aksi. Langkah menyelaraskannya ditransfer melalui roadmap tertulis.

Korporasi Nestlé pun memiliki roadmap menuju apa yang dijanjikan pada brand line-nya, yakni “Good Food, Good Life”. Roadmap Nestlé ditujukan untuk menciptakan keselarasan antara karyawannya berdasarkan sejumlah prioritas strategis terpadu untuk mempercepat tercapainya misi perusahaan.

Nestlé memiliki misi untuk dikenal sebagai pemimpin dalam Gizi, Kesehatan dan Keafiatan di dunia. Misi tersebut menuntut seluruh karyawan ntuk memiliki inspirasi jangka panjang yang dibutuhkan untuk membangun masa depan dan aksi-aksi usaha jangka pendek dan memberikan tingkatan kinerja yang dibutuhkan.

Dengan demikian roadmap akan menjadi sebuah mesin optimis kolektif yang bisa dibangun untuk goal bisnis. Tertulis dalam papan tabel yang menjelaskan keadaan sekarang (start), diteruskan dengan kolom-kolom waktu yang menerangkan tahap demi tahap pekerjaan untuk mengarah pada goal bisnisnya (finish).

Tips penyusunan roadmap bisnis

Pertama, identifikasi renstra (rencana strategis) bisnisnya. Proses ini dilakukan untuk menentukan arahan serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan SDM).

Kedua, lakukan pemindaian lingkungan bisnis, gunakan analisis untuk memberikan gambaran tentang kondisi bisnis saat ini. Tools analisis yang dapat digunakan adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory). Wowowow!

Ketiga, tentukan sasaran strategis jangka menengah (periodenya bisa 4 – 5 tahun). Kenapa jangka menengah, agar roadmap secara strategis lebih mendekati goal jangka panjang.

Keempat, susun program, waktu dan bentuk kegiatan bisnisnya dengan menyertakan indikator keberhasilannya.

Terakhir, petakan informasi tersebut secara jelas dan padat dalam roadmap. Di bawah ini ada contoh, meski tidak harus sama–bentuk roadmap dapat dikreasikan sendiri. Contoh lain-lain dapat gugling sendiri ya!

Follow Twitter saya @aridwansopari

 

 

Contoh Roadmap. Sumber: 6 Strategi Menuju E-Government (thiechila77.wordpress.com) | Foto sampul: Deccan Chronicle 
Categories
Edu-creative

Tips Sukses Startup Bisnis UKM, 5 Hal Yang Perlu Diperhatikan

Tidak ada cara instan untuk meraih kesuksesan, termasuk pada sektor Usaha Kecil-Menengah (UKM). Berikut ini 5 Tips untuk Sukses di bisnis UKM, seperti yang dituturkan Agoen kepada Wartakotalive.com, Kamis (4/4) dan telah dikembangkan tulisan berita tersebut oleh Agus Ridwan Sopari.

Agoen, sapaan akrabnya Gunawan Ardiyanto, konsultan bisnis sekaligus penulis buku-buku tentang UKM, untuk bisa menuju pada jenjang kesuksesan dan peluang usaha, sebuah UKM memerlukan proses, dan lama proses tersebut tidak sama antara satu usaha dengan usaha lainnya,  tergantung besar-kecilnya usaha tersebut.

Proses yang dimaksud, kata Agoen, juga harus ditunjang dengan pengetahuan dalam menjalankan bisnis UMKM. Agun menuturkan, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan oleh pelaku UKM untuk bisa meraih kesuksesan usahanya.

5 Tips Sukses Startups

1. Mempunyai Business Plan

Banyak orang menjalankan usaha dengan cara coba-coba “Trial and Error”, tidak mau belajar dari ahlinya, tidak mau mengeluarkan biaya untuk proses belajar tersebut dan akhirnya malah mengeluarkan biaya yang sangat besar karena kegagalan-kegagalan atau mengalami kerugian yang sebenarnya bisa dihindari atau paling tidak diminimalkan.

Menurut Agun, dengan cara belajar dan bertanya kepada ahlinya atau kepada orang yang sudah sukses menjalankan jenis usaha tersebut, dapat membuka pengetahuan dan peluang untuk merangkai sukses.

Perencanaan Usaha (Business Plan) ini tidak hanya diperlukan pada saat memilih dan memulai usaha, tetapi juga bisa digunakan untuk mengevaluasi sampai mengembangkan usaha yang di dalamnya berisi antara lain Deskripsi Bisnis, Analisa Pasar dan Kompetitor, Pemilihan Lokasi, Pemasaran, Manajemen dan SDM, Rencana Produksi, Keuangan, Data informasi pendukung, Tujuan Jangka Pendek, menengah dan Jangka Panjang, Pengembangan Usaha.

Satu lagi yang penting bagi startups bisnis UKM, menurut pengalaman Kang Aridh, sapaan akrabnya Agus Ridwan Sopari, yaitu bab Exit Strategy dimana adakalanya usaha tidak selalu berjalan mulus, atau diluar rencana. Pengusaha UKM mesti mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa depan. Terutama berkaitan dengan pembiayaan bank dan permodalan investor.

2. Mempunyai S.O.P

Standard Operating Procedure (SOP) bisa diterjemahkan sebagai pendetailan dari Business Plan, manfaat adanya SOP antara lain dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur kerja, memberikan kejelasan prosedur kerja, tanggung jawab dan wewenang, dapat meminimalisir kesalahan dalam melakukan pekerjaan, memudahkan pendelegasian serta membantu dalam evaluasi terhadap setiap proses kerja. Selain itu, SOP juga bisa digunakan sebagai persiapan untuk pembuatan franchise usaha kita.

3. Mempunyai Strategic Plan

Strategic Plan ini digunakan sebagai strategi untuk menghadapi setiap permasalahan yang ada baik intern maupun ekstern,  jangka pendek, menengah atau  jangka panjang, bahkan bisa digunakan jika terjadi sesuatu yang terjadi secara mendadak atau tiba-tiba, misalnya menghadapi kompetitor, supplier, partner, bahkan karyawan kita sendiri.

Antusiasme & keuletan sbg pertanda cinta & keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru

— Agus Ridwan Sopari (@aridwansopari) April 12, 2013

 

4. Membangun Network

Membangun network atau jejaring bisa dilakukan dengan berbagai cara, jaringan ini diperlukan tidak hanya dalam hal pemasaran tetapi juga dalam rangka mencari partner yang akan mendukung usaha kita, misalnya supplier, transporter, distributor, menjalin simbiosis mutualisma (saling menguntungkan) dan lain-lain, melalui beberapa kegiatan misalnya sering menghadiri seminar, workshop atau training (tidak hanya dapat ilmu tetapi juga mendapatkan relasi), dengan membuat kartu nama, brosur, buletin, bergabung dengan beberapa komunitas entrepreneur, sosial, keagamaan, hobby, paguyuban dan sebagainya.

5. Memanfaatkan Internet dan Social Media

Untuk mengembangkan jaringan atau networking, internet dan social media sangat efektif digunakan pemanfaatan social media ini akan menghemat biaya dan waktu, karena UKM dengan calon konsumen atau partner tidak harus bertemu langsung, untuk itu pelaku UKM wajib belajar dan memanfaatkan internet mulai dari email, facebook, twitter, BBM, membuat blog atau website.

Fokuslah pd target omzet, tugas saya membuat pelanggan punya alasan membeli produk Anda

— Agus Ridwan Sopari (@aridwansopari) April 2, 2013

Director Hotline Advertising, Subiakto Priosoedarno, dalam seminarnya didepan para pengusaha franchise di Jakarta, Rabu (27/3), seperti dikutip oleh Majalahfranchise.com menjelaskan, untuk membesarkan merek atau brand perusahaan, tidak mesti mengeluarkan modal besar. Caranya adalah menggunakan media sosial, yang lagi trend saat ini misalnya facebook dan twiter, atau melalui telepon genggam (HP) yang penggunanya saat ini mencapai ratusan juta orang.

Seluruh potensi tersebut kata dia, tidak membutuhkan modal besar hanya butuh kreatifitas dan kemampuan seseorang dalam hal penguasaan teknologi itu sediri. Kedepannya kata dia, tidak menutup kemungkinan salah satu media promosi paling potensial sudah berada di genggaman. “Kedepannya saya meramalkan akan seperti itu,” kata dia.

Penguatan merek sebuah produk memang tidaklah mudah, dan hal itu menurut Subiakto, sangat dibutuhkan oleh para pengusaha franchise untuk tetap bertahan dan berkembang.

Categories
Habituasi

5 Kebiasaan Buruk Bagi Bisnis

AGUSRIDWANSOPARI.COM – Jika kita suka minum kopi pagi di jam yang sama, duduk di tempat sama, pergi ke tempat yang sama, setiap hari. Kebiasaan ini mungkin tidak akan berbahaya bagi bisnis. Sementara TW Walker, penulis Success Superhero (Breakthrough Media Network, 2012) mengatakan kebiasaan lain mungkin secara negatif mempengaruhi produktivitas dan kesuksesan bisnis kita.