Categories
Referensi

Seputar Penulisan Artikel

AGUSRIDWANSOPARI.COM – Suatu hari Kang ARIDH mencari blocknote Pelatihan Penulisan Karya Tulis Populer, di antara tumpukan buku-buku di lemari. Alhamdulillah, akhirnya catatan pelatihan yang diselenggarakan pada tanggal 1-2 Desember 2001 yang bertempat di PUSDAI Bandung telah ditemukan.

Kang ARIDH akan berbagi kepada Anda tentang materi “Penulisan Artikel” yang pernah disampaikan oleh Drs. Haris Sumadiriya. Berikut resumenya :

Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang, mengupas masalah tertentu yang actual bahkan kontroversial yang bersifat untuk memberitahukan, mempengaruhi, meyakinkan atau menghibur.

Untuk menarik perhatian pembaca, artikel harus mempunyai intro yang baik. Intro yang baik harus menyebutkan topik pada alinea pertama atau ke dua. Alinea pertama dan judul tentunya harus provokatif dan menarik sehingga dapat membuka pembaca pada pintu alinea berikutnya.

Karakteristik Artikel
  1. Ditulis atas nama siapa (by line story),
  2. Memiliki gagasan yang aktual atau controversial
  3. Harus berorientasi kepada kepentingan global pembaca
  4. Disajikan dalam gaya bahasa yang segar, komunikatif, dan populer.
  5. Referensial dengan visi intelektual
  6. Singkat dan tuntas, Harus jelas ruang lingkup masalah dan pembatasannya
  7. Orisinil (asli gagasan sendiri, bukan copy-psate), tulisan baiknya harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan kita, sehingga memungkinkan kita tahu lebih banyak dari orang lain.

 

Pengetahuan bukan Kekuatan. Pengetahuan yang di Praktekkan adalah Kekuatan!(Bruce Lee)

— Agus Ridwan Sopari (@KangAridh) September 8, 2011

 

Jenis-jenis Artikel
  1. Artikel Opini (lazim dimuat pada kolom-kolom opini media massa)
  2. Artikel Analisis Ahli (lazim ditempatkan pada halaman pertama media atau kolom berita atau rubric khusus)
  3. Artikel Ringan (lazimnya ada pada rubric anak-anak, remaja, wanita atau keluarga)
  4. Artikel Praktis (misalnya petunjuk praktis melakukan sesuatu /tips) http://agusridwansopari.com

 

Tujuan Artikel

Menurut tujuan pembuatan artikel terbagi menjadi 2 yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum artikel dibuat untuk informatif,  persuasif, dan rekreatif. Sedangkan secara khusus artikel harus dijabarkan secara kongkret dan dapat dibuktikan dengan segera.

Syarat Penulisan Artikel
  1. Teknikal, kemampuan dalam mengoperasikan peralatan yang diperlukan (missal mengetik di laptop)
  2. Mental, kemampuan untuk terus belajar dan pantang menyerah
  3. Sosiokultural, kemampuan komunikasi dengan lingkungan
  4. Reading Habitual, kemampuan kebiasaan membaca
  5. Intelektual, kemampuan daya nalar

[infobox]Baca juga artikel saya tentang 11 sumber ide menulis di link ini[/infobox]

Menulis juga merupakan proses kreatif, maka perlu persiapan agar hasilnya maksimal. Langkah standar yang dilakukan penulis biasanya Pre-writing, Writing, dan Revise. Pada langkah pre-writing siapkan buku-buku referensi, kerangka karangan, gagasan utama, merapihkan ruangan menulis, dan hal-hal yang membuat kita enjoy  menulis.

Selanjutnya pada langkah writing, kalimat instruksi yang pas-nya mungkin adalah “ayo tancap gas!”, “Lepas landas, yo terbang!”, “Jangan berhenti sampai titik paragraf terakhir!”.  Dan setelah merampungkan tulisan artikelnya, adalah pemeriksaan dan merevisinya jika ada kesalahan atau kekurangan (revise).

Salam sukses bagi kamu yang ekselen! Agus Ridwan Sopari

Categories
Edu-creative

Mendapatkan 11 Sumber Ide Menulis

AGUSRIDWANSOPARI.COM ~ 11 cara dapat ide untuk memulai menulis, baik itu cerpen, artikel bahkan untuk menerbitkan sebuah buku, agar banyak pemula tidak bingung.

Ide menulis untuk makalah kuliah, artikel Koran, posting blog bisa merupakan hal yang sulit. Maaf, maksud saya, menulis merupakan bentuk lain dari mengekspresikan diri dan menyampaikan pendapat pribadi, seperti halnya cara yang dituangkan dalam bentuk karya seni grafis, lukis, tari, pidato dan lainnya.

Sebenarnya teknologi sekarang sudah memungkinkan semua untuk mengungkapkan isi hati dan isi pikiran, mulai dari kalimat sederhana dengan mengetik status di Facebook misalnya atau menulis di Blog tentu itu adalah nilai positif teknologi, sebagai latihan menulis (baca: menyebarkan gagasan dan pengalaman). Tetapi ingat, pepatah Basa Sunda: “Hade Goreng Ku Basa” yang artinya baik jeleknya yang terjadi karena ucapan dan bahasa.

Semua kemenangan berasal dari keberanian memulai. Semua keberanian berasal dari keyakinan memulai. Jadi mulailah meski hanya berawal dengan satu kalimat saja. Untuk memulai menulis, baik itu cerpen, artikel bahkan untuk menerbitkan sebuah buku, banyak pemula dibingungkan oleh pikirannya sendiri. Memang ini perlu latihan. 11 Sumber ide menulis didapatkan dari :

1. Pengalaman pribadi

Tentu saja apa yang kita alami, yang indah dan yang terlarang sekalipun bisa kita tulis. Bagi yang terbiasa menulis pada buku diary akan semakin mudah mengeksplorasi kejadian-kejadian penting yang bisa dijadikan pelajaran bagi orang lain.

2. Hobby atau keterampilan

Aktivitas yang kita senangi dan dikuasai akan mudah diceritakan kepada orang lain. Tidak luput dipaparkan sedikitpun proses dan prosedur merawat burung kasuari, misalnya. Cobalah gali lebih dalam apa minat dan bakat Anda masing-masing, di situ akan banyak hal yang bisa ditemukan.

3. Pengalaman profesi

Pengalaman profesi apa pun itu, menjadikan sumber ide yang penting jika Anda akan menulis sebuah karya tulis. Justru dengan pengalaman profesilah nilai tulisan Anda akan lebih berbobot dan kredibel. http://agusridwansopari.com

4. Pelajaran akademik

Menuliskan sebuah buku pelajaran akademik di sekolah dengan gaya bahasa sendiri jauh lebih mengena bagi pemahaman terhadap pelajaran itu. Bagaimana tidak, Anda akan terus membolak-balikkan halaman, mencari kata kunci, mendapatkan keterkaitan konsep pokok dalam suatu  topik pelajaran akademik di sekolah.

5. Pendapat pribadi

Sumber ide dari pendapat pribadi ini yang paling fleksibel, bisa didapatkan kapan saja di mana saja. Pastinya anda selalu berkomentar, berceloteh, beropini, berpersepsi tentang suatu kejadian yang Anda rasakan, yang Anda dengar, yang Anda lihat dan yang mengherankan Anda. Ikatlah lintasan pikiran itu dengan menuliskannya.

Orang memang ada keterbatasan dalam hidupnya, tapi jangan sampai membatasi diri dalam kehidupan #idearidh

— Agus Ridwan Sopari (@KangAridh) September 6, 2011

6. Peristiwa aktual

Banyak hal yang kita bisa tulis dari peristiwa aktual baik local, regional, atau internasional. Anda dapat saja mengambil ilham dari situs berita di internet, mendengarkan radio atau menyaksikan program berita di televisi.

7. Masalah abadi

Sumber ide masalah abadi seperti contohnya topik tentang agama, karena pasti selama manusia ada hal tersebut menjadi masalah abadi yang selalu diperbincangkan. Contoh lain yakni tentang hakikat penciptaan manusia dan alam semesta.

8.  Soal kemasyarakatan yang belum selesai

Nah, sangat menghebohkan dan selalu jadi panas jika menuliskan apa yang menjadi soal kemasyarakatan yang belum selesai. Misalnya kasus korupsi, makelar kasus, terorisme, keadilan, dsb. 

9. Kilasan biografi orang-orang terkenal

Kita dapat mengambil pelajaran dari orang-orang terkenal dalam berbagai aspeknya. Tentunya termasuk biografi orang-orang yang berprestasi. Karena sumber biografi inilah yang menjadi model inspirasi seorang penulis untuk menyebarkan pemikirannya.

10.   Kejadian khusus

Sumber ide lain adalah menulis tentang kejadian khusus yang tidak pernah terjadi, atau hadir dalam periode tertentu. Mulai dari shalat gerhana, perayaan idul fitri, binatang aneh dan ah, unpredictable saja datangnya. http://agusridwansopari.com

11.   Minat khalayak

Terakhir (mungkin masih belum akhir), sumber ide menulis itu bisa dari minat khalayak. Menceritakan tentang boomingnya internet marketing sehingga orang berbondong-bondong berminat memiliki blog yang menghasilkan uang.

Artikel Anda adalah produk karya intelektual, baik atau jelek artikel Anda, tergantung penerimaan pembaca, apakah mereka mengerti atau semakin pusing terhadap tema tulisan Anda, bukan karena dari gaya bahasa Anda.

Saran saya jika ide menulis itu muncul, segera tuliskan biarkan ia mengalir seperti air sebelum aliran itu mampet dengan kesibukan otak Anda. Jika sibuk, tuliskan saja dulu kerangka pikiran Anda.

Bagi saya, tulisan kita yang baca orang lain akan mempermudah mereka untuk mengenali kepribadian, pengetahuan, obsesi dan kecenderungan kita. Btw, jika ada manfaat tolong share… Oke, Selamat menulis!