Categories
Habituasi

OCD Puasa Nabi Daud

Beberapa waktu lalu tren puasa OCD booming, suatu diet yang digagas oleh seorang Mentalist di Indonesia. Sebelum saya praktekkan OCD, saya harus tahu ilmunya dulu dan tentu pertimbangan faedah yang akan di dapat. Saya bandingkan dengan puasa nabi Daud. OCD Puasa Nabi Daud sebagai pilihan individu religius dengan tujuan ibadah spiritual plus manfaat fisik diet.

Berikut status facebook yang saya tulis 28 September lalu tentang OCD Puasa Nabi Daud.

OCD “Obsesive Corbuzier Diet” itu bagus untuk dicoba.

Karena saya suka makan enak, cuman pantang untuk sarapan…, saya sudah mulai coba OCD beberapa hari terakhir.

Rencananya Diet, levelnya:
8 jam makan, 16 jam puasa bulan pertama
6 jam makan, 18 jam puasa bulan kedua
4 jam makan, 20 jam puasa bulan ketiga
Beberapa orang telah sanggup untuk puasa 24 jam, hanya boleh isi perut dengan air putih saja. Makan siang jam 1 hari ini, baru besok siang makan lagi. Wow Tertantang!!

Berarti dalam satu minggu 6 hari x 24 jam = 144 jam dikurangi jam makan 1 jam x 6 hari maka puasanya 138 jam.

Meski sama pantangan, tapi ada teori OCD versi lain, loh… !!!
Semua trik ini sangat tergantung konsistensi, ini yang berat.

—Bismillah—

Caranya begini, sekali waktu makan itu 1/2 jam. Dalam 6 hari saya akan makan 9 kali, jadi 9×1/2 jam = 4,5 jam.

Puasanya dalam 6 hari, 144 – 4,5 jam = 139.5 jam puasanya.
Hampir mirip lah lama jam puasanya dengan OCD yang lagi ngetren.

Jam makan saya akan set cuman abis sholat dzuhur di hari pertama, waktu minum bebas.
Besoknya saya makan di waktu pagi sebelum sholat subuh lalu boleh makan lagi pas magrib, waktu minum hanya di malam hari. Hari ketiga saya minum sepuasnya hanya makan abis sholat dzuhur saja. Kegiatan ini diulang dua hari sekali.

Biar ringan dilidah- enak makan, ringan dibadan -enak otot, tapi banyak pahalanya (JIKA IKHLAS) di sisi Allah. Saya gunakan teori puasa OCD versi kedua yang singkatannya adalah “Ogini Cara (nabi) Daud”.

Sumber: https://www.facebook.com/aridwansopari/posts/10202164117766925
Inspirasi : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-daud-sebaik-baiknya-puasa.html

Categories
Habituasi

Percayalah, ini Modal Utama!

Percayalah, jika ditanya apa modal utama dalam hidup? Saya merenungkan beberapa masa lamanya, saya punya jawabannya. Apa anda akan sepakat dengan saya?

Ketika menginginkan beasiswa untuk sekolah, selain prestasi akademik syarat apa yang bisa meluluskan keinginan itu. Ketika akan melamar pekerjaan kriteria apa yang paling dibutuhkan selain kapabilitas?

Menurut saya bisa dipercaya untuk memegang amanah yang kita minta. Lantas ketika kita menjadi pengusaha pun yang terpenting dari semua permodalan adalah kepercayaan, dipercaya oleh perbankan, suplier, rekan kerja dan konsumen. Lantas ketika akan berkeluarga, dipercaya si calon istri / suami dan calon mertua adalah perasaan pertama yang meyakinkan mereka. Ketika sudah berkeluarga, kebijakan ayah akan sampai ketika anak dan istri merasa ayah mereka dipercaya menjadi ayah.

Lalu jawabannya: percayalah modal utama itu adalah dapat dipercaya dan secara spiritual adalah iman dan mengimani. Kata kuncinya adalah faith, believe, trust, be sure, dan reliable. Yang bersumber dari kejujuran yang bening, hingga binar cahya kehidupan menjadi cemerlang. Ketika dibingungkan oleh 2 hal yang sama-sama benar, hanya kepercayaan dan keimanan yang mampu memutuskannya.

Seiring waktu, pasang surut dan lika liku kehidupan tidak ada yang sempurna, meski telah berusaha. Dari hati yang terdalam, mohon maaf lahir batin kepada siapa saja yang merasa tercederai baik secara individual, sosial, profesional, finansial, dan kesi-“al”-an lain. Semoga Allah memberi yang lebih baik bagi mereka dan memberi irodah, inayah dan pengampunan bagi penulis. Amin.

Jelang pertambahan usia., Ramadhan hari ke-11.

@Bandung by: Agus Ridwan Sopari

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1433 H, semoga kita bisa meraih sukses sosial, finansial dan spiritual.