Categories
Edu-creative

Mendapatkan 11 Sumber Ide Menulis

AGUSRIDWANSOPARI.COM ~ 11 cara dapat ide untuk memulai menulis, baik itu cerpen, artikel bahkan untuk menerbitkan sebuah buku, agar banyak pemula tidak bingung.

Ide menulis untuk makalah kuliah, artikel Koran, posting blog bisa merupakan hal yang sulit. Maaf, maksud saya, menulis merupakan bentuk lain dari mengekspresikan diri dan menyampaikan pendapat pribadi, seperti halnya cara yang dituangkan dalam bentuk karya seni grafis, lukis, tari, pidato dan lainnya.

Sebenarnya teknologi sekarang sudah memungkinkan semua untuk mengungkapkan isi hati dan isi pikiran, mulai dari kalimat sederhana dengan mengetik status di Facebook misalnya atau menulis di Blog tentu itu adalah nilai positif teknologi, sebagai latihan menulis (baca: menyebarkan gagasan dan pengalaman). Tetapi ingat, pepatah Basa Sunda: “Hade Goreng Ku Basa” yang artinya baik jeleknya yang terjadi karena ucapan dan bahasa.

Semua kemenangan berasal dari keberanian memulai. Semua keberanian berasal dari keyakinan memulai. Jadi mulailah meski hanya berawal dengan satu kalimat saja. Untuk memulai menulis, baik itu cerpen, artikel bahkan untuk menerbitkan sebuah buku, banyak pemula dibingungkan oleh pikirannya sendiri. Memang ini perlu latihan. 11 Sumber ide menulis didapatkan dari :

1. Pengalaman pribadi

Tentu saja apa yang kita alami, yang indah dan yang terlarang sekalipun bisa kita tulis. Bagi yang terbiasa menulis pada buku diary akan semakin mudah mengeksplorasi kejadian-kejadian penting yang bisa dijadikan pelajaran bagi orang lain.

2. Hobby atau keterampilan

Aktivitas yang kita senangi dan dikuasai akan mudah diceritakan kepada orang lain. Tidak luput dipaparkan sedikitpun proses dan prosedur merawat burung kasuari, misalnya. Cobalah gali lebih dalam apa minat dan bakat Anda masing-masing, di situ akan banyak hal yang bisa ditemukan.

3. Pengalaman profesi

Pengalaman profesi apa pun itu, menjadikan sumber ide yang penting jika Anda akan menulis sebuah karya tulis. Justru dengan pengalaman profesilah nilai tulisan Anda akan lebih berbobot dan kredibel. http://agusridwansopari.com

4. Pelajaran akademik

Menuliskan sebuah buku pelajaran akademik di sekolah dengan gaya bahasa sendiri jauh lebih mengena bagi pemahaman terhadap pelajaran itu. Bagaimana tidak, Anda akan terus membolak-balikkan halaman, mencari kata kunci, mendapatkan keterkaitan konsep pokok dalam suatu  topik pelajaran akademik di sekolah.

5. Pendapat pribadi

Sumber ide dari pendapat pribadi ini yang paling fleksibel, bisa didapatkan kapan saja di mana saja. Pastinya anda selalu berkomentar, berceloteh, beropini, berpersepsi tentang suatu kejadian yang Anda rasakan, yang Anda dengar, yang Anda lihat dan yang mengherankan Anda. Ikatlah lintasan pikiran itu dengan menuliskannya.

Orang memang ada keterbatasan dalam hidupnya, tapi jangan sampai membatasi diri dalam kehidupan #idearidh

— Agus Ridwan Sopari (@KangAridh) September 6, 2011

6. Peristiwa aktual

Banyak hal yang kita bisa tulis dari peristiwa aktual baik local, regional, atau internasional. Anda dapat saja mengambil ilham dari situs berita di internet, mendengarkan radio atau menyaksikan program berita di televisi.

7. Masalah abadi

Sumber ide masalah abadi seperti contohnya topik tentang agama, karena pasti selama manusia ada hal tersebut menjadi masalah abadi yang selalu diperbincangkan. Contoh lain yakni tentang hakikat penciptaan manusia dan alam semesta.

8.  Soal kemasyarakatan yang belum selesai

Nah, sangat menghebohkan dan selalu jadi panas jika menuliskan apa yang menjadi soal kemasyarakatan yang belum selesai. Misalnya kasus korupsi, makelar kasus, terorisme, keadilan, dsb. 

9. Kilasan biografi orang-orang terkenal

Kita dapat mengambil pelajaran dari orang-orang terkenal dalam berbagai aspeknya. Tentunya termasuk biografi orang-orang yang berprestasi. Karena sumber biografi inilah yang menjadi model inspirasi seorang penulis untuk menyebarkan pemikirannya.

10.   Kejadian khusus

Sumber ide lain adalah menulis tentang kejadian khusus yang tidak pernah terjadi, atau hadir dalam periode tertentu. Mulai dari shalat gerhana, perayaan idul fitri, binatang aneh dan ah, unpredictable saja datangnya. http://agusridwansopari.com

11.   Minat khalayak

Terakhir (mungkin masih belum akhir), sumber ide menulis itu bisa dari minat khalayak. Menceritakan tentang boomingnya internet marketing sehingga orang berbondong-bondong berminat memiliki blog yang menghasilkan uang.

Artikel Anda adalah produk karya intelektual, baik atau jelek artikel Anda, tergantung penerimaan pembaca, apakah mereka mengerti atau semakin pusing terhadap tema tulisan Anda, bukan karena dari gaya bahasa Anda.

Saran saya jika ide menulis itu muncul, segera tuliskan biarkan ia mengalir seperti air sebelum aliran itu mampet dengan kesibukan otak Anda. Jika sibuk, tuliskan saja dulu kerangka pikiran Anda.

Bagi saya, tulisan kita yang baca orang lain akan mempermudah mereka untuk mengenali kepribadian, pengetahuan, obsesi dan kecenderungan kita. Btw, jika ada manfaat tolong share… Oke, Selamat menulis!

Categories
Edu-creative

5 Tips Untuk Memulai Personal Branding

5 Tips Agus Ridwan Sopari Untuk Memulai Personal Branding. Beberapa tahun lalu, personal branding sesuatu yang asing bagi saya pada awalnya.

Bagaimana bisa sebuah nama pribadi menjadi merek yang berharga seperti halnya merek perusahaan? Personal branding bicara tentang seperti apa Anda bisa menunjukkan skill, bakat dan kemampuan Anda agar berdaya jual.

Merek pribadi disebut sebagai personal branding, sebuah cara memposisikan diri sendiri sebagai apa atau siapa. Laura Lake menyebutkan, dengan personal branding Anda akan membangun diri Anda sebagai seorang ahli di bidang yang Anda pilih, membangun reputasi yang solid dalam industri Anda dan meningkatkan ketenaran Anda serta meningkatkan nilai Anda yang dirasakan pasar.

Personal branding adalah proses dimana orang dan karirnya ditandai sebagai merek. Selanjutnya didefinisikan sebagai penciptaan aset yang berhubungan dengan orang tertentu atau individu; ini termasuk namun tidak terbatas pada, pakaian, penampilan tubuh, dan pengetahuan yang terkandung dalam diri seseorang, yang menyebabkan kesan unik yang tak terhapuskan dan bisa dibedakan. Istilah Personal Branding dianggap telah terlebih dahulu digunakan dan dibahas dalam artikel tahun 1997 oleh Tom Peters dengan judul “The Brand Called You”.

Ada 5 tips dari Kang Aridh untuk memulai menciptakan personal branding Anda, agar nama Anda tersimpan dibenak hati dan pikiran orang di sekitar Anda. Sehingga merek (diri) Anda dicari oleh klien bisnis atau direkrut oleh perusahaan yang Anda idamkan.

1. Membentuk identitas merek pribadi

Setelah Anda melakukannya bahwa pesan yang berfokus pada siapa diri Anda dan apa yang Anda perjuangkan dalam memilih bidang Anda. Sebetulnya, lebih mudah untuk menjual dari yang Anda yakini tentang gambaran diri Anda yang telah dibuat. Maka Jika Anda percaya pada bakat, keterampilan dan kemampuan sendiri, Anda hanya perlu ke pasar khas Anda. Bagaimana Anda memasarkan diri Anda sendiri? Itu mudah. Anda harus menjadi: Sebuah pro dalam industri Anda, seorang ahli di bidang Anda.

 

2. Memereki diri dengan berasosiasi

Bila tidak ada yang tahu siapa Anda, Anda bisa membangun merek Anda dengan mengaitkan dengan nama merek yang sudah ada. Misalnya, Anda bisa bermitra dengan seorang penulis terkenal di bidang Anda dan bekerja pada sebuah proyek bersama. Dengan melakukan ini, Anda akan mendapatkan audiens yang lebih besar dan lebih kredibilitas.

3. Beri tagline untuk nama Anda

Menurut saya, penggunaan personal branding sudah dikenal sejak Pra Islam di tanah Arab. Dengan istilah yang berbeda, tetapi beberapa orang yang terkenal mempunyai julukan atau tanda pengenal (tag). Seperti Al-Amin, sang terpercaya untuk Muhammad SAW. Lalu di sekitar kita, ustadz sedekah siapa? Tidak salah jika Anda langsung menjawab Yusuf Mansur. Jadi ciptakan tagline untuk Anda sendiri yang menunjukkan siapa Anda, keahlian Anda, atau ciri khas lain yang menjadikan orang lain memahami seperti apa diri Anda.

Untuk itu, meski nama lengkap saya Agus Ridwan Sopari, saya tetap memakai nama akrab untuk bisnis @aridwansopari dengan tagline “Agus Ridwan Idea Development Helper” atau Ideapreneur.

4. Kelilingi diri Anda dengan orang yang tepat

Jim Rohn mengatakan bahwa “you’re the average of the five people you spend the most time with.” Artinya berteman dengan sesiapa menjadikan Anda sebagai sesuatu, yaitu yang persis seperti kelima teman Anda yang sering menghabiskan waktu bersama Anda. Dengan bertemu orang-orang dengan ambisi yang sama dan gairah, Anda akan menjadi lebih termotivasi dalam pekerjaan yang Anda lakukan.

5. Promosikan merek Anda

Salah satu cara yang mudah, murah dan familiar adalah dengan menggunakan jejaring sosial. Ungkapkan diri Anda disana, buat diri Anda unik dari teman-teman yang lain. Jika membuat tulisan, catatan dan juga posting blog lakukan hal yang berbeda dengan kebanyakan orang, jangan sekadar menyalin. Kreatifitas menjadi hal yang harus diupayakan dalam mempromosikan merek Anda.

 

Setelah mengikuti tips di atas sebagian orang mulai melihat nama Anda dan menjadi sadar akan manfaat dan pengetahuan yang Anda tawarkan. Sebelum Anda tahu itu, ribuan orang tidak akan hanya tahu siapa Anda tetapi mereka juga akan mulai mencari layanan dan keahlian Anda. Mereka akan mengidentifikasi dengan merek Anda sebagai ANDA.