Pemimpin Efektif: Mengembangkan Potensi Bawahan

Pengembangan potensi diri yang melesat bagi seorang bawahan – baik itu pegawai, bawahan, karyawan, kader, anggota – tidak terlepas dari pada kepemimpinan yang efektif. Pemimpin itu mesti fleksibel tetapi tetap tidak melanggar aturan yang dibuatnya sendiri.

Kepemimpinan efektif

  1. Membuat para bawahan merasa kuat sehingga tumbuh perasaan akan harapan masa depan dan lingkungan hidup mereka
  2. Menumbuhkan kepercayaan para bawahan terhadap diri pemimpin
  3. Membangun dan memupuk hubungan kerjasama, bukan hubungan persaingan
  4. Memecahkan pertentangan yang timbul dalam tugas dengan cara menghadapkan mereka pada masalahnya secara terbuka dan berhati lapang, bukan dengan cara menghindarinya atau memaksakan sesuatu pemecahan tertentu
  5. Merangsang serta mengembangkan cara berfikir dan bertingkah laku yang berpedoman kepada tujuan.

Allah mengikuti prasangka hambanya, jadi apa yang kita prasangkakan tentang diri kita ini? Respect Yourself !

— Agus Ridwan Sopari (@aridwansopari) June 11, 2012

 

Kenapa seorang pemimpin harus mengembangkan cara berfikir dan bertingkah laku yang berpedoman kepada tujuan? Ini terkait dengan sejauh mana pemimpin bisa menyamakan kecepatan interaksi dan pencapaian visi dengan para bawahannya. Hal ini menjadi signifikan manakala sebuah organisasi ingin bergerak melaju secara sinergis berserta semua sumber dayanya. Ibarat mobil, jika satu ban saja tidak disesuaikan dengan kapasitas organisasi kendaraan maka yang terjadi adalah ketimpangan, pelambatan, atau malah kecelakaan jika dipaksakan.

Cara mengembangkan potensi bawahan

Dari ke lima point kepemimpinan efektif di atas, pada point ke lima bisa kita jabarkan lagi. Bagaimana cara-cara pemimpin untuk mengembangkan potensi dan membina bawahan?

  1. Tingkatkan dan kembangkan potensi diri dan profesionalisme bawahan secara sistematis disertai fasilitas-fasilitas yang disediakan untuk itu http://agusridwansopari.com
  2. Pahami keluhan dan pendapat atau saran-saran dari bawahan
  3. Berikanlah bawahan informasi yang memadai (jangan setengah-setengah) dalam hal member instruksi atau hal lainnya
  4. Jangan mengecam bawahan di depan orang lain
  5. Berikan perhatian pada pekerjaan bawahan
  6. Berilah penghargaan atau hadiah pada bawahan yang berprestasi baik
  7. Bertanggung jawab penuh terhadap kesalahan “komplikasi”, “berantai” atau “terpadu”, jangan melemparkan kesalahan pada bawahan
  8. Bantulah bawahan jika menghadapi kesukaran atau kesulitan dalam pekerjaan maupun kehidupannya

Kedelapan cara tersebut mudah-mudahan bisa meningkatkan semangat kerja bawahan dan meningkatkan citra, cipta dan cita diri seorang bawahan. Jadilah pemimpin bukan jadi boss. Sehingga pencapaian tujuan organisasi bisa sukses bersama –sama. Jika ada cara yang kesembilan dan seterusnya, saya tunggu masukkan yang lainnya.

Foto oleh Gunnery Sgt. Scott Dunn dari Flickr.

Salam sejahtera, Agus Ridwan Sopari

~  HALAL DIBAGIKAN  ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *